Maka, peristiwa kekerasan keluarga yang tak layak, tak patut, dan tak pantas ditonton anak dan remaja pun bebas melintas di ruang keluarga penonton seantero
Tumpul Rasa
Seiring dengan kerapnya kasus kekerasan yang menimpa artis-selebritis, maka aneka macam tindak kekerasan fisik menjadi hal yang biasa, lumrah, tumpul rasa, dan tak perlu risau. Terlebih, bila tindak kekerasan fisik menimpa artis yang tak berada di puncak popularitas.
Kesan seperti itu dapat ditangkap bila memperhatikan cara memberitakan peristiwa kekerasan yang menimpa keluarga penyanyi A. Rafiq yang mengalami luka bagian kepala akibat dikeroyok orang tak dikenal. Demikian pula tindak kekerasan yang menimpa Rahma Azhari, Five Rahmawati, Sarah Vie, dan lain-lain.
Pada saat publik disodori terus menerus aneka macam bentuk kekerasan fisik melalui infotainmen, merebak kesan, kekerasan fisik tak lebih sebagai sarana artis-selebritis melambungkan (kembali) popularitas yang mulai (telah) pudar.
Di sisi lain, ada artis-selebritis yang amat sangat sadar bahwa infotainmen yang digandrungi penonton
Indikasi itu dapat disimak dari cara infotaimen memberitakan promosi sebuah film baru. Misalnya saja melalui judul-judul sensasional, seperti “Titi Kamal: Cowok Mupeng, Tampar Aja!” atau “Dr Boyke Perkosa Titi Kamal”. bersambung ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar