Tampilkan postingan dengan label talkshow. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label talkshow. Tampilkan semua postingan

20 Juni 2008

Hak Siaran Debat Cagub ‘’Dirampas’’ TV Jakarta ( ATVLI Protes KPUD)

kpi.go.id 20/06/2008 - Pembagian jatah siaran debat pilgub yang lebih banyak dimonopoli oleh TV Jakarta, mengundang protes keras TV lokal. Para pengurus ATVLI saat mengadakan rapat mengenai usulan revisi AD/ART ATVLI, beberapa waktu lalu di Denpasar, tercengang begitu mengetahui keberadaan TV lokal Bali tak dihargai dalam keiikutsertaan menyongsong pelaksanaan Pilgub Bali yang akan dilaksanakan pada 9 Juli 2008.

Rencana semula, penyiaran debat cagub ini diberikan kepada media lokal seperti Bali TV. Entah kenapa, hak siar debat cagub Bali diberikan kepada TV One. Hal ini jelas mengundang protes dari pengurus ATVLI.

Hadir dalam rapat pengurus ATVLI tersebut yakni Made Nariana selaku Wakil Ketua ATVLI (BaliTV), Imawan Mashuri; Sekjen ATVLI (JTV Surabaya); Sani Atis Husain, Wakasekjen ATVLI (Makassar TV), Jimmy S, Direktur Eksekutif ATVLI, Bambang Santoso (CTV Banten) dan Hamim Poli (Gorontalo TV).

Sekjen ATVLI, Imawan Mashuri dari JTV Surabaya, menuding dengan tegas lembaga-lembaga lokal seperti KPUD Bali yang tidak menghargai keberadaan TV lokal. Padahal, kehadiran televisi lokal ditujukan menunjang program pemerintah menyukseskan otonomi daerah. Memberi hak kepada masyarakat lokal untuk memanfaatkan seluas-luasnya ranah publik demi kepentingan masyarakat lokal dan memberikan sebesar-besarnya hak informasi dan komunikasi kepada masyarakat yang berbasis lokal demi kepentingan masyarakat lokal tersebut.

Disebutkannya, ATVLI mencatat masih ada lembaga di daerah tidak menghargai kekuatan media lokal, bahkan cenderung meremehkan media lokal. Dicontohkan, saat Pilkada Jawa Barat dan Sumatera Utara, siaran debat cagub diberikan kepada TV dari Jakarta. Jelas hal seperti ini, tegasnya, sangat meremehkan keberadaan TV lokal. Nah, jika hal seperti itu terjadi lagi di Bali, itu pertanda lembaga penyelenggara Pilkada tak menghargai keberadaan TV lokal.

''Kenapa harus ke Jakarta, sementara di daerah sudah ada TV lokal. TV dari Jakarta belum tentu bisa masuk ke pelosok, sementara keberadaan TV lokal tak kalah dengan TV dari Jakarta. Siapa bilang daya pancar TV lokal kurang baik, buktinya siaran BaliTV sangat bagus dan bisa tembus pelosok Bali,'' tegasnya.

Ditegaskannya, debat Cagub Bali yang disiarkan TV lokal sangat penting artinya bagi masyarakat Bali, sehingga masyarakat Bali dapat mengetahui secara langsung dan mendengarkan visi dan misi para kandidat calon pemimpinnya. ''Terpenting, masyarakat Bali tidak seperti membeli kucing dalam karung,'' sindirnya.

Wakil Ketua ATVLI Made Nariana mengatakan, pihak BaliTV awalnya melayangkan surat ke PKUD Bali untuk penawaran penyiaran debat cagub. Tapi surat yang dilayangkan pihak BaliTV ditolak, malahan diberikan kepada TV One Jakarta. ''Alasannya, TV One bersedia menayangkan secara gratis,'' tegas Nariana.

Di KPUD Bali tersedia anggaran Rp 250 juta untuk penyiaran debat cagub. Mengenai kenyataan itu, Imawan kembali mengatakan, jangan dilihat dari biayanya, tapi niat. ''Jika TV Jakarta bisa menggratiskan, apakah kita yang lokal nggak bisa? Tentu hal itu bisa saja kita lakukan. Kita bisa mencari sumber dana lainnya untuk menutupi biaya produksi,'' tandasnya.

Made Nariana menambahkan, ATVLI berencana melayangkan surat ke KPUD Bali yang ditembuskan ke KPID Bali. Intinya, pengurus ATVLI minta kepada KPUD untuk memanfaatkan sebesar-besarnya media lokal khususnya televisi lokal dalam proses pilkada dan momen-momen lokal lainnya. DenPost/Red

18 Juni 2008

Debat Kusir di TV

Saya baru dua kali menonton program Debat (malam) di sebuah stasiun TV swasta. Acara itu ramai, gaduh, saling adu argumen. Terkesan tak tertib, saling berebut, ingin menonjolkan diri, mengedepankan emosi, dan tak jelas ujung pangkalnya. Ya, seperti debat kusir saja.

Pertanyaan saya, tontonan semacam itukah contoh berdebat yang sehat sehingga TV perlu menayangkannya. Bukankah TV mestinya menyuguhkan tontonan yang patut dan menyegarkan penontonnya?
RUBIYANTO Jalan Rawa Jaya No 50, Pondok Kopi, Jakarta

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/19/00421866/redaksi.yth

06 Juni 2008

Acara 'Tanya Aku Aja', Mengupas Tuntas Masalah Wanita

Ivan Gunawan membagi tips agar selalu kelihatan cantik dan menawan.

Jika Tukul Arwana memiliki program Empat Mata di Trans7 atau Farhan mempunyai talk show bertajuk Tatap Muka di TVOne, maka Ivan Gunawan pun tidak mau ketinggalan. Selebriti yang lebih dikenal sebagai perancang busana ini muncul di layar TPI dengan gaya khasnya lewat program Tanya Aku Aja.

Tontonan yang hadir setiap Sabtu pukul 07.30 WIB ini mengupas tentang dunia fashion, kecantikan, gaya, tren, kesehatan, atau apa saja yang menyangkut masalah life style.

''Ivan, si empunya acara, akan tampil sedikit serius, tapi santai dan juga diselingi dengan joke-joke-nya yang lucu,'' ujar Theresia Ellasari, humas TPI. Ivan, kata dia, akan menjawab semua pertanyaan pemirsa seputar wanita, bukan hanya mengenai cara berpakaian yang baik dan benar, tapi juga tentang how to make over seseorang dari penampilan yang standar menjadi sangat memikat dan up to date.

Ivan juga akan menyodorkan tips bagi para pemirsa wanita termasuk masalah ksehatan. ''Di setiap episodenya Ivan tampil dengan ditemani bintang tamu yang berkompeten dengan masalah atau topik yang sedang dibahas,'' papar Ella.

Tanya Aku Aja, talk show yang berdurasi 60 menit ini dikemas dengan ringan dan menarik. Membahas tentang hal-hal yang memang bersentuhan dengan dunia keseharian wanita dan topik-topik yang sedang berkembang.

Menurut Ella, Tanya Aku Aja disajikan secara lengkap untuk membantu para wanita menjadi jauh lebih baik secara individu atau keluarga. ''Pastinya akan seru dan sayang untuk dilewatkan,'' ujarnya. Pihaknya berharap tontonan ini dapat memberi pendidikan dan pengetahuan bagi pemirsa wanita yang akan menyongsong hari yang lebih baik.

Ivan Gunawan mengaku senang memiliki program sendiri di televisi. ''Saya senang, kerena bisa mengekpresikan diri di acara ini. Saya ingin jadi orang yang bisa membuat orang senang, dan juga sangat senang dapat membantu orang,'' kata Ivan. ''Kalau Anda pemirsa wanita ada masalah coba tanya aku aja dan aku akan menjawabnya dengan solusi-solusi yang positif. Yuk, buruan tanya aku aja.''

Sisi humanis
Prgoram talk show ini terbagi dalam beberapa segmen, di antaranya Make Over, Dapur, Dapur, Cantik Resik Penampilan, Sehat,Sehat, dan Musti Tahu, Buu. Selain itu juga menyuguhkan sisi humanis melalui kisah hidup seorang wanita yang dapat dijadikan contoh dan inspirasi dalam menjalani kehidupan yang sangat kompleks. Sisi humanis ini dari pendekatan tangguh seorang ibu, sampai perjalanan pahit wanita yang dipenjara dengan menyuguhkan kesaksian langsung seorang wanita yang mengalaminya.

Pada segmen Make Over, kata Ella, akan ada satu 'korban' yang akan didandani oleh seorang make up artis. Korbannya bisa berasal dari penonton di studio, pejalan kaki yang langsung 'ditodong' untuk didandani, atau kunjungan langsung ke rumah-rumah pemirsa.

Di segmen kedua, yakni Dapur, Dapur, pemirsa akan mendapatkan pengetahuan bagaimana memanfaatkan isi dapur secara kreatif, sehingga bisa membuat masakan yang lebih variatif. Misalnya, tips membuat makanan dadakan ketika mendapat tamu dadakan, padahal isi kulkas dalam keadaan kosong. Host juga bisa langsung menunjukkan proses memasak atau mendatangkan koki profesional.

Segmen berikutnya Canti Resik Penampilan. Mengupas hal-hal yang berkaitan dengan sisi seorang wanita dalam rumah tangga. ''Pemirsa dibekali ilmu sebagai istri yang harus selalu menjaga penampilan. Meski telah menikah dan memiliki anak, seorang wanita harus tetap tampil cantik dan menarik agar sang suami tidak berpindah ke lain hati. Ivan juga akan memberikan tips seputar perawatan rambut, tubuh, dan resep agar tetap awet muda,'' kata Ella. (ruz )

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=336675&kat_id=383

31 Mei 2008

Ternyata Wapres melakukan wawancara dengan Astro TV

Artikel Terkait:


Ternyata selain memperingati kelahiran Pancasila 1 Juni, tujuan Wakil Presiden Jusuf Kalla berjalan-jalan ke Taman Situ Lembang, Jakarta Pusat, adalah ingin mengikuti pengambilan gambar acara salah satu stasiun TV yang berjudul Bincang-bincang Jalan. Sesampainya di taman Situ Lembang, Wapres disambut oleh pembawa acara sekaligus pewancara Riza Primadi.

Menurut Eksekutif Produser Astro TV, Rizal Mustary, acara Bincang- bincang Jalan tersebut berisikan wawancara banyak hal mulai dari masalah pribadi, keluarga, dan negara. Acara ini dikemas sedemikian rupa, serius, tetapi santai.

Dalam Bincang-bincang Jalan, beberapa kali Wapres Kalla berhenti menyapa seorang pedagang pecel asal Makasar yang sedang berjualan di tengah-tengah taman. JK juga menyapa beberapa pengunjung taman dan menyalaminya. Persis di depan rumah pribadi JK di Jalan Situ Lembang 9, Wapres Kalla berhenti dan menyapa salah seorang tukang kebunnya, yang bernama Tri Santoso.

http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/06/01/0929543/ternyata.wapres.melakukan.wawancara.dengan.astro.tv

29 Mei 2008

Kick Andy, Perbincangan yang Mengasah Hati

Presenternya mampu menghadirkan tokoh-tokoh kontroversi, seperti Mayor Alfredo

Peristiwa itu memang sudah lama berlalu. Tapi akibat tragedi yang ditimbulkannya tak bisa dilupakan begitu saja. Feby Firmansyah misalnya. Karyawan swasta itu hingga kini kedua tangan dan hampir seluruh tubuhnya cacat akibat terbakar. Pria ini adalah salah satu korban ledakan bom yang terjadi di Hotel JW Marriott Jakarta, 5 Agustus 2003 lalu.

''Sampai sekarang saya masih trauma kalau melihat rumah sakit atau bau obat-obatan,'' ujar pria yang dirawat selama hampir enam bulan akibat peristiwa itu. Yang membuat Feby tetap semangat dan terus bertahan hingga kini adalah dukungan istri tercinta, Deli Ratnasari.

Lain pula kisah Iwan Setiawan. Ketika itu ia sedang mengantar istrinya yang sedang hamil delapan bulan untuk kontrol ke dokter. Ketika melintas di depan kantor Kedubes Australia Kuningan Jakarta, tiba-tiba terjadi dua ledakan dahsyat.

Iwan dan istrinya terjerembab ke jalan aspal dan bersimbah darah. Akibat peristiwa itu Iwan kehilangan mata kanannya. Yang membuatnya pilu adalah setelah peristiwa itu berlalu, tiga tahun kemudian istrinya meninggal dunia akibat sering mengalami pusing yang hebat. Iwan yang kini tinggal di daerah Depok, Jawa Barat mengaku trauma jika melintas di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan.

Yang lebih memiriskan hati mungkin adalah apa yang dialami Asep Wahyudi. Petugas Brimob yang ditugaskan menjaga kantor Kedubes Australia itu sangat dekat dengan lokasi ledakan bom. Waktu itu ia akan mengecek sebuah mobil boks yang mencurigakan karena berkali-kali melintas di depan kantor kedutaan tersebut. Tiba-tiba saja mobil boks yang ternyata berisi bom itu meledak. Asep yang dari kecil bercita-cita menjadi polisi itu pun terlempar sejauh enam meter dan masuk ke sebuah selokan.

Tuhan memang masih menyayanginya. Walau terluka parah dan mengalami koma selama enam bulan, nyawa polisi kelahiran Sumedang, Jawa Barat itu selamat. Asep saat ini memang tidak sempurna seperti semula. Di kepalanya terpasang sebuah plat, juga di tenggorokannya dipasang selang untuk membantu pernapasannya. Walau cacat, semangat Asep Wahyudi luar biasa. Ia tetap bangga menjadi polisi dan bertugas seperti biasa di Polda Metro Jaya.

Para korban bom itu adalah orang yang tidak bersalah. Mereka tidak tahu apa-apa. Mereka hanya berada di tempat yang tidak tepat ketika peristiwa itu terjadi. Tapi mereka berhati mulia. Walau mengalami cacat, dan menderita akibat kesakitan, mereka telah memaafkan pelaku peledakan bom. Namun trauma pascaledakan bom itulah yang hingga kini justru sulit untuk dilupakan.

Tapi, hidup harus tetap berjalan. Dan mereka tetap semangat menapaki kehidupan ini. Begitulah topik yang diangkat dalam program Kick Andy dengan tema Tetap Semangat yang tayang di Metro TV pada Kamis (29/5), pukul 22.05 WIB. Talk show yang dipandu oleh Andy F Noya ini hadir di layar kaca Metro TV setiap Kamis pukul 22.05 WIB dan Ahad pukul 15.05 WIB.

''Masih jarang perbincangan yang mengasah hati,'' kata pria bernama lengkap Andy Flores Noya ini. Menurutnya animo masyarakat menonton Kick Andy semakin tinggi. ''Bisa kita lihat dari rating-nya yang makin lama kian bagus. Jadi artinya makin banyak yang menonton. Dulu ketika awal acara dimulai rating-nya hanya 0,5 saja. Sekarang rata-rata di atas dua poin,'' ungkap Andy.

Bahkan, lanjut presenter berambut kribo ini untuk episode yang menampilkan Aa Gym, itu rating-nya mampu mencapai 3,6 poin. Kemudian untuk episode Habibie-Wiranto rating rata-rata 2,9 poin. ''Episode Aa Gym disiarkan ulang sampai tiga kali,'' ujarnya. Dia menambahkan justru siaran ulangnya jumlah penonton jauh lebih banyak.

Sudut pandang


Henny Puspitasari, public relations & publicity manager Metro TV, mengatakan bahwa tema-tema yang diangkat oleh Kick Andy semakin diminati dan menarik untuk disimak. ''Salah satu kelebihan dari acara ini adalah menghadirkan suatu peristiwa dari sudut pandang yang berbeda. Sebuah sudut pandang yang hanya dapat dipahami dan dinikmati jika dilihat dengan mata hati. Pastinya apa yang ingin disajikan bertujuan untuk mengasah akal dan intelektualitas penontonnya,'' ujarnya.

Kick Andy yang merupakan acara unggulan Metro TV mampu merebut hati pemirsa di tengah-tengah banyaknya acara sejenis yang lebih menghibur. ''Tontonan ini menawarkan sesuatu yang berbeda, yakni perbincangan yang mengasah hati,'' kata Henny.

Acara ini juga menampilkan tamu-tamu yang berbeda dari talk show lain yang kebanyakan mengundang selebriti. Kick Andy tak hanya mengundang para selebriti, tokoh politik, tapi juga orang-orang biasa yang mungkin tak pernah dikenal sebelumnya, seperti Rabiah, sang Suster Apung, Kiyati, yang mencari ibu kandungnya setelah terpisah selama 30 tahun atau Feby Firmansyah, Iwan Setiawan dan Asep Wahyudi, korban peledakan bom Marriot.

Andy juga mengundang tamu-tamu yang kontroversial, seperti Hercules, Xanana Gusmao, Mayor Alfredo, dan kisah-kisah lain tentang Anggun C Sasmi yang memilih jadi warga negara Prancis.

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=335629&kat_id=383


27 Mei 2008

Ceriwis, Masih Mencuri Perhatian di Siang Bolong

Celotehan duo presenter, Indy Barens dan Indra Bekti mampu mengikat perhatian pemirsa.

Ceriwis, yoo wisss.... Teriakan duo presenter Indy Barends dan Indra Bekti di program acara Ceriwis itu masih saja mencuri perhatian pemirsa di siang bolong. Program bincang-bincang yang tayang di layar Trans TV setiap hari pada pukul 12.30 WIB ini sampai Senin (26/5) telah memasuki episide ke-1.466.

''Agar bertahan hingga ribuan episode, kami beberapa kali melakukan perubahan format acara yang inovatif,'' ujar Ichwan Murni, humas Trans TV, mengenai program yang setiap episode menghadirkan selebriti itu. Tontonan ceri berdurasi satu jam yang tayang sejak 8 Desember 2003 ini masih menjadi program andalan Trans TV dengan raihan rating 1,5-2 poin dan share 12 persen.

Menurut Ichwan, menyajikan serta mempertahankan sebuah acara televisi hingga ribuan episode tentu tidak mudah. Perlu strategi dan kiat jitu untuk tetap membuat pemirsa betah menonton. Jangan sampai, kata dia, pemirsa merasa jenuh menyaksikan program yang hadir setiap hari itu. ''Strategi dilakukan agar daya pikat tayangan ini tetap kuat dan kami usahakan akan tetap menjadi tontonan yang menarik bagi keluarga,'' ungkap Ichwan mengenai acara yang mendapat anugerah sebagai program Talkshow Terfavorit Panasonic Award 2007 ini.

Perubahan-perubahan yang pernah dilakukan pada acara ini, lanjut dia, bersifat tematik dengan menawarkan tema yang berbeda. ''Perubahan-perubahan itu untuk variasi saja, sesuai dengan tema dan kebutuhan,'' jelas Ichwan. Perubahan format yang cukup signifikan terjadi yaitu dengan menghadirkan Olga Syahputra sejak Januari 2007. Olga membacakan profil bintang tamu dalam segmen Diana dalam Berita

Tayangan Ceriwis yang berarti 'Cerita Indra dan Indy Waktu Istirahat Siang' ini setiap episodenya menampilkan bintang tamu dan tema yang berbeda. Setiap Senin temanya ImajiNajis, Selasa mengupas tema Profil, Rabu tema Remas (Rebo Masak/Rusak), Kamis mengangkat tema Kram (Kamis ramai), Jumat menyajikan tema NostalGila, Sabtu temanya Sari Deh Ah (Sabtu Ceria Deh Ah), dan Ahad bertema Liburan Keluar.

Selain bersifat tematik, variasi tayangan yang membidik kaum wanita dan keluarga ini juga merambah dunia masak. Berbagai tip seputar masak-memasak dan pengaturan rumah disuguhkan. ''Meski masak sudah umum ditayangkan, tetap saja ibu-ibu tertarik untuk melihatnya di Ceriwis,'' paparnya, Variasi tayangan juga dilakukan pada tampilan tayangan dan kadang menghadirkan penonton ke studio.

Namun, menurut Ichwan, Ceriwis tidak mau terlalu lebar mengembangkan variasi tayangan. ''Tidak semua sisi kehidupan diangkat dalam Ceriwis, karena nanti bisa bertabrakan dengan tayangan in house Trans TV lainnya.''

Daya tarik
Yang membuat acara ini tetyap segar disukia oleh pemirsa tidak lepas dari kehebohan duo presenter yang 'gila', Indra Bekti dan Indy Barends. Karakter pasangan yang banyak omong alias bawel ini memang cocok untuk tayangan bincang-bincang, seperti Ceriwis.

''Indy memang kami anggap figur yang cocok untuk acara ini mendampingi Indra Bekti,'' ungkap Ichwan. Ia menambahkan bahwa gaya heboh Olga Syahputra juga membuat acara ini semakin memiliki daya tarik tersendiri.

Selain itu acara yang didukung pengisi musik dari Simply Fresh Band ini, memiliki celotehan-celotehan khas yang dapat menarik perhatian pemirsa. Tetapi celotehan itu tidak membuat orang tersinggung. Ucapannya tetap pada koridor yang santun.

''Kelebihan dari Ceriwis lainnya yakni menghadirkan konsep suasana kehangatan rumah,'' kata Ichwan. Untuk menghadirkan suasana yang hangat seperti saat siang hari, setting Ceriwis menghadirkan kursi sofa beserta meja kaca yang mirip dengan ruang keluarga. Sejak tayangan perdana, setting ini tidak banyak mengalami perubahan. ''Detail ruang keluarga yang ada memang sengaja dibuat mirip seperti di rumah,'' katanya lagi. ruz

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=335366&kat_id=383

12 Mei 2008

Mengupas Kurupsi Lewat Acara "Warung Slankers" TVRI

Kelompok Slank hadir dengan sajian lagu yang disesuaikan dengan tema perbincangan.

Republika, Senin, 12 Mei 2008 - Koruptor itu Saudaranya Maling. Begitulah judul episode perdana program acara variety show bertajuk Warung Slankers. Sebagai pembuka acara, seorang gadis cantik, Melly Zamri, menyapa pemirsa, ''Met malem, pemirsa! Kita ketemu di tempat orang-orang kecil, tapi berhati besar... di mana lagi kalau bukan di Warung Slankers''.

Warung Slankers merupakan program terbaru persembahan TVRI. Tontonan yang akan diproduksi sebanyak 13 episode ini mulai menjumpai pemirsa Ahad (18/5) pukul 20.00 WIB. ''Warung Slankers menampilkan topik-topik hebat dengan gaya penyajian yang ringan, konkret, dan membumi. Lebih cenderung mengajak introspeksi, sejauh mana kita menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana sebaiknya,'' ujar Bob Hasibuan, produser acara Warung Slankers TVRI.

Sesuai dengan nama acaranya, tentu di setiap episode akan ada penampilan grup musik Slank untuk menghibur pemirsa. Selain itu para personel kelompok musik tersohor di tanah Air ini juga ikut terlibat dalam pembicaran ringan dengan topik yang berbeda di setiap episodenya.

''Menampilkan program acara semacam ini jelas tidak gampang. Merambah jalan baru memang sulit. Dan, kita anggap itu sebagai tantangan,'' ujar Bob. Pihaknya berharap Warung Slankers dapat menjadi tontonan yang menghibur dan membuat pemirsa memiliki sense of critics.

Donna Hariman, dari Three Points Productions, perusahaan yang memproduksi acara ini, mengatakan bahwa setting program baru ini dibuat seperti layaknya warung pinggir jalan dengan bangunan dari papan/bambu. Ada penjual makanan khas kelas jalanan [kopi, teh, nasi, mi instan, gorengan, dan sejenisnya], dengan bangku-bangku dari kayu. Pembeli pun berpenampilan sehari-hari. Ada yang bersepatu, bersandal jepit, dan, ada juga yang ngobrol sana-sini serta baca koran.

''Pendeknya, itu warung biasa. Yang istimewa adalah logo Slank di latar belakang,'' uja Donna. Dalam setingnya juga terdapat lima meja sederhana yang kelihatan agak lusuh, karena sudah bertahun-tahun dipakai. Di meja-meja itu sudah ada para pembeli yang juga asyik dengan kegiatan mereka masing-masing.

Donna mengatakan ide kreatif Warung Slankers datang dari pihak kelompok musik ini. Dalam setiap episodenya program ini menampilkan bintang tamu dan penonton dari komunitas Slankers (sebutan bagi pecinta Slank) serta mengundang siswa-siswi SLTA. ''Membahas topik yang sedang dibicarakan dan ada sesi tanya jawab,'' katanyan menjelaskan.

Untuk menghindari agar tontonan ini tidak kaku dan serius, maka grup Slank menyuguhkan sajian musik serta lagu yang ada hubungannya dengan topik yang diperbincangkan malam itu. Misalnya pada episode pertama yang membahas mengenai korupsi, kelompok musik ini tampil seperti pengamen keliling, dengan gerobak yang berisi peralatan amplifier.

Menampilkan ketua KPK
Yang menarik, lanjut Donna, dalam acara Warung Slankers ini, pada bagian awal ditampilkan features tentang topik yang akan diangkat. Misalnya bagaimana para maling [penjahat] diperlakukan dengan kasar [dari footage: ada yang bonyok-bonyok mukanya, yang tertembak kakinya, atau yang hanya bisa bilang, Ampuun... Ampuunn...]. Sementara itu para koruptor dapat perlakuan yang berbeda jauh, diinterogasi di ruang ber-AC, dikerubuti wartawan, atau bahkan tak dapat diadili,karena alasan sakit di luar negeri [semua dari footage, tapi tidak menampakkan sosok tersangka].

Pada edisi perdana yang akan mengangkat tema Korupsi, Ahad (18/5), kata dia, Warung Slankers bakal menghadirkan Ketua KPK, Antasari Azhar bersama keluarganya, serta artis Kikan Coklat juga bersama keluarga.

''Ini bagian paling hangat, karena lebih banyak mengangkat contoh perbuatan korupsi yang justru dilakukan masyarakat semisal, korupsi waktu dengan datang ke kantor telat, pulang cepat, menyerobot lampu merah, atau selingkuh. Semua itu masuk kriteria korupsi, karena mengambil sesuatu yang bukan haknya,'' tutur Donna. Lebih menarik lagi, lanjut dia, ada persembahan kuis bagi pemirsa dengan hadiah senilai Rp 500 ribu. ruz

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=333653&kat_id=383

11 Mei 2008

Farhan: Jadi Tukul atau Andy Noya?



Jawa Pos, Senin, 12 Mei 2008, Jakarta  - Beberapa tahun lalu, Farhan adalah raja presenter talk show. Image sebagai presenter cerdas dan kocak melekat kepadanya. Tapi, kali ini berbeda. Sudah ada raja-raja baru yang menggusurnya.

Karena itu, Farhan mengaku seperti memulai lagi dari awal. Terlebih, dia sudah setengah tahun belakangan tidak on cam, cuti dari tugasnya sebagai pemandu acara talk show. "Memang, tidak mudah untuk saya sekarang ini. Mau lucu seperti Tukul atau hebat seperti Andy F. Noya? Akhirnya, saya pilih beda saja," ujarnya saat jumpa pers program talk show terbarunya di tvOne, Tatap Muka, di Senayan City, rabu (7/5).

Ketika ingin tampil beda, Farhan berpikir keras selama empat bulan, sejak Januari 2008 sampai 25 April, ketika tayang perdana acara talk show terbarunya itu. "Karakter dan personality saya tidak beda. Walaupun saya sampai sekarang sudah pindah delapan stasiun TV, tetap saja sama. Tapi, ibarat makanan, bumbunya sama, daging dan piringnya beda. Kemasannya yang beda," ulasnya.

Farhan tidak ingin tampil eksklusif dengan hanya duduk manis di studio. Dia "turun" ke lapangan untuk meliput berbagai hal unik dan menarik. "Diharapkan, Farhan sekarang bukan talk show house, tapi talk reporting," ucapnya.

Usaha Farhan didukung produser acaranya, Agung Setyanto. Menurut Agung, diharapkan, penonton yang menyaksikan acara yang tayang secara langsung setiap Jumat pukul 23.00 itu merasa senang dan nyaman, tersenyum, tanpa harus tertawa terbahak. "Maka, Farhan kami pilih. Dia sudah sangat berpengalaman," imbuhnya.

Awalnya, Farhan sangat kikuk di depan kamera. Dia harus beradaptasi lagi karena sudah sekitar setengah tahun tidak syuting dan berbicara di depan kamera. Terlebih, acara tersebut siaran langsung. "Tapi, kami tidak paksakan. Saat dia kaku, kami biarkan saja sampai kakunya hilang. Sebab, kami ingin penampilan dia yang natural, bukan akting," jelas Agung, mantan director Empat Mata, itu.(gen/tia)

Tatap Muka Bersama Farhan di TVOne

Program stasiun televisi TVOne semakin beragam dan menarik. Kali ini mereka menghadirkan acara baru bertajuk Tatap Muka yang diantarkan oleh host tersoshor, Farhan.

IProgram bincang-bingang berdurasi 60 menit ini disajikan dalam upaya memanjakan pemirsa dan sekaligus menyodorkan tontonan alternatif yang memberia pencerahan.

I''Tatap Muka akan menjadi alternatif tontonan berbeda dari sebelumnya,'' kata Raldy Doy, humas TVOne. Program baru ini menjumpai pemirsa setiap Jumat pukul 22.30 WIB. Menurut dia, konsep yang disajikan dalam Tatap Muka berbeda dari tayangan talk show yang pernah dibawakan Farhan sebelumnya.

ITatap Muka akan membahas seputar issu dan kejadian terhangat dengan lima segmen yang akan disajikan, tiga di antaranya merupakan visualisasi dari info ringan yang tidak terangkat dalam berita. ''Dan, dalam setiap berita yang dimunculkan mengajak kita teriak melihat diri sendiri,'' katanya menggambarkan acara ini.

IPada setiap episode, lanjut Raldy, Tatap Muka akan menampilkan bintang tamu dari berbagai kalangan dan profesi, baik tokoh politik maupun artis. Farhan akan membahas dan membicarakan sosok si bintang tamu sambil diselingi gimmick-gimmick yang membahas langsung setiap kabar terbaru yang ditayangkan berbagai program informasi TVOne.

IMenurut dia, ada tiga segmen unggulan dari program Tatap Muka, antara lain Click, VT (Videotape), dan Kring Kring. Segmen Click menampilkan berbagai foto unik dan menarik yang menggoda untuk dikomentari. Lalu VT (Videotape) akan menilik keseharian bintang tamu disertai tebak foto yang melibatkan bintang tamu. Terakhir, Kring Kring, membahas fenomena ringtone dan SMS yang sedang nge-tren.

ISelain itu, Farhan juga didampingi miss called yang akan mengorek sisi lain para bintang tamu. Sebagai icebreaker, miss called akan muncul bila di-miscalled oleh Farhan dan dalam setiap kemunculannya, ia akan memperkenalkan ringtone terbaru dan unik.

I''Yang berbeda dan sangat menarik di acara Tatap Muka ini, Farhan tidak hanya menjadi talkshow host semata. Lebih dari itu dia juga akan terjun langsung ke jalan untuk melakukan reportase,'' ungkap Raldy yang memastikan bahwa tontonan baru ini disajikan dengan serius, tapi santai.

I''Jadi acara Tatap Muka di samping serius, ada juga lucunya. Namun yang pasti selain sangat menghibur juga akan memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan kepada pemirsa, tidak hanya ketawa-ketawa saja.''

IMetode baru
Farhan mengatakan dirinya akan menampilkan hal yang berbeda dalam mengantarkan Tatap Muka. ''Gue ingin menyampaikan sesuatu yang serius, tapi juga ada kelucuan-kelucuannya. Selain itu gue sekarang turun ke jalan untuk melakukan reportase. Udah enggak zamannya lagi seorang host cuma terima info atau referensi tertulis, lalu kemudian duduk manis di depan kamera,'' paparnya.

Ia mengaku, akhir-akhir ini popularitasnya sebagai host mengalami penurunan. Untuk itu ia akan tampil maksimal dalam program yang ditayangkan oleh TVOne ini. ''Gue harus punya trik baru di Tatap Muka ini dengan menggabungkan keseriusan dengan kelucuan serta turun langsung melakukan liputan dan mewawancarai langsung orangorang yang jadi nara sumber, atau melihat langsung tempat-tempat yang unik,'' ujar Farhan. ruz

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=333524&kat_id=476

22 April 2008

Tujuh Selebriti Bersaing Mendampingi Wimar * Pemilihan artis sebagai co-host merupakan upaya menggaet pemirsa muda.

Republika 22/4/2008 - Tujuh selebriti wanita akan bersaing untuk menjadi co-host tetap program Perspektif Wimar di Antv. Selebriti ini nantinya akan mendampingi Wimar Witoelar dalam mengantarkan acara talkshow yang membahas topik-topik menarik dan hangat.

Prespektif Wimar merupakan program baru Antv yang hadir di pagi hari pada pukul 06.00 WIB setiap Senin hingga Jumat. Mila Lubis, publicity manager Antv, mengatakan ketujuh wanita cantik tersebut adalah Meisya Siregar, Cathy Sharon, Melissa Karim, Wulan Guritno, Agni Pratista, Revalina S Temat, dan Putri Patricia. ''Dari tujuh selebriti itu nantinya hanya akan ada tiga co-host tetap yang akan mendampingi sang pemilik acara, Wimar Witoelar,'' ungkap Mila.

Ketiga co-host yang terpilih akan bergiliran mendampingi Wimar di setiap episodenya. ''Penentuan siapa selebriti cantik yang akan dipilih itu ada di tangan pemirsa, karena Antv mengundang pemirsa untuk aktif memilih calon co-host favorit mereka dengan cara mengirimkan SMS,'' kata Mila menambahkan. Polling SMS sudah dimulai Rabu (16/4) sampai Jumat (25/4).

Menurut dia, kebijakan Antv yang akan menyandingkan Wimar dengan co-host selebriti cantik merupakan salah satu strategi untuk meraih penonton dari kalangan muda. Dalam penampilannya kelak, Wimar mengemas obrolan dengan santai, menghibur, namun tetap menomorsatukan mutu topik yang dibahas. ''Antv cukup yakin hadirnya Perspektif Wimar akan kembali memberikan warna baru pertelevisian Indonesia, dan yang lebih penting lagi acara ini akan menjadi salah satu program andalan kami,'' katanya. Perspektif Wimar merupakan suatu acara yang inspiratif, menyegarkan suasana, dan mendorong suatu demokrasi dengan suasana lain yang ringan tapi bersubstansi.

Dengan format yang lebih modern dan kehadiran co-host dari kalangan selebriti, menurut Mila, Perspektif Wimar bakal lebih menarik dan bermutu, tanpa menggurui. ''Perspektif Wimar juga diharapkan dapat meraih segmen penonton yang lebih variatif dengan adanya co-host dari kalangan artis. Dan, kami yakin penonton Indonesia merindukan hadirnya sosok Wimar kembali di televisi,'' papar Mila.

Alasan bangun pagi
'Satu Alasan Buat Bangun Pagi!' Demikian salah satu tagline promosi Perspektif Wimar. Program talkshow berdurasi 30 menit ini membahas tema fenomena aktual yang terjadi di Indonesia dengan topik-topik terhangat mulai dari isu politik, sosial, ekonomi, gaya hidup, sampai gosip.

''Sebelum berangkat pagi, orang ingin tahu informasi. Perspektif Wimar bisa memberi contekan untuk mencari perspektif mengenai topik terbaru,'' ujar. Perspektif Wimar telah menyapa pemirsa Antv setiap pagi sejak 24 Maret lalu.

Menurut Mila Perspektif Wimar telah tayang sebanyak 18 episode, dengan berbagai macam topik perbincangan dan kehadiran sosok tamu yang menarik. Beberapa topik yang pernah dibahas dalam program talkshow ini, antara lain Carut Marut Penerbangan Kita, Pornografi di Sekitar Kita, dan Sekolah di Rumah.

Sedangkan bintang tamu yang pernah hadir dalam acara ini, di antaranya Menteri Perhubungan, Jusman Sjafii Djamal, Menteri Komunikasi dan Informasi, M.Nuh, penyanyi Dewi Sandra, binaragawan, Ade Rai, sutradara Mira Lesmana, dan Dhanang Sasongko (sekjen Asah Pena). ''Selain menghadirkan bintang tamu, Perspektif Wimar setiap paginya juga membekali pemirsanya dengan segmen khusus, yakni Lima dari Wimar. Yaitu lima isu terhangat pada pagi itu sebagai bekal bagi pemirsa untuk memulai obrolan setiap hari.

''Don't leave home without it. Saya sangat senang bisa kembali menyapa pemirsa,'' ujar Wimar yang mengaku sangat senang bisa kembali bertemu dengan pemirsa melalui layar kaca Antv. ''Saya tidak akan larut dalam euphoria yang tidak menentu sekarang ini, dan saya tetap kritis dan lugas seperti dulu,'' tegas Wimar yang tampil segar dan kocak pada acara off air Perspektif Wimar Show di Jakarta, Jumat (18/4).

Bersama co-host yang cantik, Wimar akan memulai pagi Anda dengan memberikan isu-isu terhangat. ''Dengan menonton Perspektif Wimar akan terasa pagi hari Anda lebih bermakna, karena Anda dapat meninggalkan rumah dengan perspektif yang lebih lengkap tentang apa yang terjadi di sekitar Anda,'' Wimar berpromosi.)

19 April 2008

Wimar Witoelar: Cohost Artis Perempuan Untuk Menarik Perhatian & ...

Sabtu, 19 Apr 2008,
Rajin Belajar dan Latihan Bangun Pagi

JAKARTA - Menjadi artis biasanya tak lepas dari gosip dan pernak-pernik urusan hiburan. Demikian pula artis cantik Putri Patricia. Namun belakangan, perempuan kelahiran 24 Mei 1980 itu harus rajin memperhatikan urusan "serius" dan "berat". Terutama, setelah dia menjadi kontestan co host Perspektif Wimar, menemani host utama Wimar Witoelar.

Tetapi, alih-alih merasa terbebani, Putri mengaku lebih suka membicarakan isu serius. "Sebab, berbeda jauh dengan keseharian yang umumnya berkutat di bidang entertainment," akunya di sela syuting Perspektif Wimar di Hotel JW Marriot, Jakarta, kemarin (18/4).

Putri mengaku rajin "belajar" untuk memahami topik yang dibahas. "Malam sebelum syuting, aku selalu minta data sama orang-orang Bang WW (sapaan Wimar Witoelar, Red) seputar tema yang akan dibahas," terangnya. "Sebagian besar pertanyaan memang sudah diatur. Tetapi, tetap harus gali pengetahuan agar tidak blank."

Selain itu, Putri harus latihan bangun pagi. Sebab, Perspektif Wimar tayang setiap pukul 06.00. Padahal biasanya, Putri baru membuka mata ketika matahari menyentuh ubun-ubun. "Kalau syuting live, saya berangkat dari rumah pukul 04.00. Sampai lokasi pukul 05.00, siap-siap, terus syuting," tuturnya.

Pernah, suatu kali saat syuting live program yang tayang di antv itu, Putri merasa di awang-awang. "Malamnya aku habis syuting, baru tidur tiga jam, terus langsung syuting acara ini," ujar pemilik nama asli Patricia Ayu itu.

Meski demikian, Putri belum menjadi co host tetap bagi Wimar. Dia harus bersaing dengan enam artis cantik lain yang dipilih lewat voting SMS penonton. Saingannya Meisya Siregar, Cathy Sharon, Melissa Karim, Wulan Guritno, Agni Partistha Arkadewi, dan Revalina S. Temat.

Wimar mengatakan, dirinya memang perlu co host artis perempuan. Selain menarik perhatian, fungsinya membuat acara lebih santai. "Saya tidak mau acaranya terlalu berat atau serius. Saya senang kalau terlihat santai, tapi tetap ada isi yang bisa disampaikan. Co host juga membuat acara lebih ceria," ujarnya. (gen/tia)