Tampilkan postingan dengan label reality show. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reality show. Tampilkan semua postingan

12 Juli 2008

Program Sosial yang Menghibur - Reality Show "Serbu Kampung"

SDok TPI - alah satu episode reality show �Serbu Kampung�.

[JAKARTA] Stasiun televisi TPI memperkenalkan sebuah konsep program sosial terbaru yang diberi nama Serbu Kampung. Program ini menampilkan kegiatan sosial yang sarat dengan pesan moral sekaligus beragam hiburan meriah bagi masyarakat di lokasi acara yang menjadi sasaran "penyerbuan".

Corporate Secretary TPI, Wijaya Kusuma Soebroto mengatakan untuk kampung yang terpilih menjadi loka- si "penyerbuan", TPI akan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhannya, misalnya penyemprotan DBD, sunatan massal dan pembuatan sarana mandi cuci kakus (MCK).

"Masyarakat setempat juga akan dihibur dengan hadirnya artis-artis ibukota di panggung sederhana yang dibuat di lokasi sambil menikmati berbagai permainan seru yang menyediakan hadiah-hadiah menarik," katanya di Jakarta, baru-baru ini.

Program yang berlangsung selama satu jam itu, dapat disaksikan setiap Sabtu, pukul 09.30 WIB. Acara dipandu oleh duet Derry Drajat dan Rully P Project. Turut meramaikan si jenaka Monox, pelawak jebolan Audisi Pelawak TPI (API) dan si cantik Yeyen. Tak ketinggalan pula, tausiyah singkat yang akan disampaikan oleh para da'i dan da'iah TPI.

Uniknya, dalam mendatangi kampung-kampung, tim "Serbu Kampung" akan mengangkat konsep kerajaan, di mana Derry Derajat akan berperan sebagai Paduka Sye Nang, seorang sosok dermawan, hobi bernyanyi, namun terkadang sedikit munafik. Rully P Project akan berperan menjadi asisten sang raja yang bernama Asisten Ri Ang.

Di lain sisi, Yeyen didaulat sebagai Kopral Chenli yang ditaksir oleh Paduka Sye Nang dan asistennya. Paduka mempunyai enam orang pasukan yang siap sedia menyerbu kampung yang diperintahkan oleh Paduka Sye Nang. Dua di antara enam pasukan Chenli memiliki karakter lugu dan sering membuat suasana jenaka, salah satunya diperankan oleh Monox.

Dalam setiap episodenya, Serbu Kampung akan melakukan banyak kegiatan di lokasi yang didatangi, misalnya, "Senam Heboh" untuk perempuan, khususnya kaum ibu atau "Gotong Royong" bagi bapak-bapak dan remaja laki-laki.

Selain itu, Derry Drajat dan Rully P Project juga akan menemui tokoh masyarakat yang dalam acara ini mendapat julukan 'Kembang atau Kumbang Kampung' untuk diangkat profilnya. Dan tentunya yang terpenting dari acara ini ialah membantu masyarakat secara langsung melalui tindakan dan hiburan.

Musik Dangdut

Selain bantuan sosial, Serbu Kampung juga akan menghadirkan hiburan musik dangdut yang pastinya akan menggoyang warga setempat dan sekitarnya. Pada masing-masing episode, akan ada empat penampilan penyanyi dangdut yang terdiri dari dua artis KDI dan dua penyanyi dangdut terkenal.

Di episode perdana, 5 Juli 2008 lalu, Serbu Kampung menyerbu dan membantu warga di daerah Lubang Buaya, Pondok Gede melalui bantuan fogging/penyemprotan demam berdarah. Warga yang tinggal di lokasi tersebut juga akan dihibur dengan hadirnya artis-artis dangdut ibukota, seperti Cintya Sari, Benigno, Monica KDI, Wulansari KDI, dan Ella Latah.

Melalui program Serbu Kampung, TPI berharap acara ini dapat menggugah dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak yang ingin membantu dan mengulurkan tangannya untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung dan membutuhkan bantuan. [HDS/U-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/07/12/index.html

10 Juli 2008

Indonesian Idol 2008, Empat Finalis Siapkan Lagu Lama dan Baru

Indonesian Idol sudah memasuki empat besar dengan kontestan yang masih bertahan adalah Gisel, Aris, Aji dan Patudu. Tema minggu ini adalah Old and New. Untuk itu, di babak spektakuler ke-9 nanti para finalis akan membawakan dua buah lagu, yakni yang pernah populer dan yang sedang populer. Lewat tembang-tembang pilihan ini keempat finalis itu akan adu vokal dan adu penampilan agar dapat lolos ke babak semifinal.

"Kami akan tampil dengan seluruh kemampuan kami yang terbaik untuk spektakuler nanti," demikian diungkapkan Gisel, Aris, Aji dan Patudi saat berkunjung ke kantor SP, Rabu (9/7) siang, di Jakarta.

Gisel akan tampil dengan lagu Ayah dan Wanita Yang Kau Pilih (Rossa). Aris menyiapkan lagu Tak Bisa Ke Lain Hati (Kla Project) dan Sepanjang Usia (Kerispatih). Sedang Patudu membawakan lagu Sebatas Mimpi (Hedi Yunus) dan Indah Pada Waktunya. Sementara Aji menyiapkan lagu Untukku (Chrisye) dan Tanpa Batas Waktu (Afgan).

"Dengan hasil seperti ini, saya melihat bahwa orang-orang cenderung lebih memilih finalis cowok. Dan itu membuat saya jadi ingin membuktikan bahwa cewek juga bisa," kata finalis asal Surabaya yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA itu.

Motivasi yang sama juga ditunjukkan Patudu. Dia memanjatkan syukur kepada Tuhan karena dalam dua kali spektakuler, mendapat respons yang positif dari juri.

"Tetapi, saya tidak akan berhenti sampai di sana saja, sebab yang lain juga menunjukkan progress yang makin baik. Saya akan berusaha terus hingga impian saya menjadi penyanyi profesional dan sukses tercapai. Dan itu akan terus saya kejar dan tidak akan berhenti," ungkap pemuda berdarah Batak yang kuliah dan tinggal di Semarang itu.

Sementara itu, Aris dan Aji memilih strategi untuk mengubah penampilan. "Penampilan yang terus menerus berubah adalah strategi agar saya tidak terlihat monoton. Tetapi yang utama juga saya bukan hanya ingin dinilai dari penampilan tetapi juga dari suara," ucap finalis asal Yogyakarta itu.

Sementara Aris mengaku belajar untuk lebih mengendalikan emosi. "Saya senang orang memuji penampilan saya selama Idol. Tapi saya kadang merasa nggak enak karena terlalu dipuji. Takut terbuai dan terlena sehingga tidak semangat lagi. Karena itu, saya akan berubah, agar dapat tampil lebih optimal lagi seperti diawal saya memulai," ucap finalis dari Jakarta yang bernama lengkap Januarisman Runtuwene itu.

Dalam pertemuan ini, terungkap bahwa keempat peserta ini diawal ajang Indonesian Idol sempat merasa tidak percaya diri.

"Saya awalnya pe- simistis dengan bentukan saya seperti ini apa saya bisa. Jadi awalnya saya hanya iseng. Ternyata saya bisa sampai di sini, dan saya membuktikan keisengan saya tidak asal," aku finalis asal Yogyakarta yang bernama lengkap Kunto Aji Wibisono itu.

Demikian juga dengan Gisel. "Awalnya saya ragu-ragu ikut Indonesian Idol, terutama karena saya masih sekolah. Tetapi karena desakan orang-orang di sekitar saya, saya akhirnya memberanikan diri ikut, tanpa berpikir akan sampai final seperti ini. Karena itu saya bersyukur sekali bisa sampai di sini," kata finalis asal Surabaya yang bernama lengkap Gisella Anastasia itu.

Demikian juga dengan Patudu. Apa yang diperolehnya sekarang patut disyukuri karena sebelumnya mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang ini sudah empat kali gagal mengikuti audisi Indonesian Idol. Tetapi, dia tidak putus asa.

"Saya memang bercita-cita dan bermimpi jadi penyanyi profesional dan sukses. Jadi meski gagal saya tetap berjuang terus. Ternyata sekarang saya bisa masuk empat besar, ini benar-benar tak terbayangkan sebelumnya," ucap pemilik nama Patudu Syammayim Hasitongan Manik itu.

Lain halnya dengan Aris. Pemuda berdarah Manado, Sunda ini awalnya berprofesi sebagai pengamen di kereta listrik Jabodetabek dan Terminal Kampung Melayu. Keikutsertaan Aris ke ajang Indonesian Idol adalah wujud pembuktian dirinya kepada banyak orang. Bahkan sang istri sempat tidak merestui karena khawatir jika terkenal, Aris akan selingkuh.

"Waktu awal ikut tidak terpikirkan hal lain selain ingin tampil memberikan yang terbaik bagi ketiga juri. Saya bahkan tidak terpikir bakal lolos, atau masuk 24 besar. Setelah itu, saya jadi semakin bersemangat," ungkap ayah satu orang putri ini.

Keempat finalis ini terus menggalang dukungan penampilan yang akan disajikan di panggung spektakuler pada Jumat (11/7) mendatang di Balai Sarbini, Jakarta. [W-10]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/07/10/index.html

21 Juni 2008

"StarDut" 2008 Raih Rating Tertinggi

[JAKARTA] Acara musik dangdut mempunyai tempat tersendiri di hati pemirsa Indonesia. Maraknya berbagai macam program-program televisi di Tanah Air, namun ternyata program StarDut 2008 yang tayang di Indosiar mendapat respons positif dari pemirsa dengan perolehan rating tinggi.

Menurut Humas Indosiar Gufrroni Sakaril, data AC Nielsen (week 0824) menunjukkan Stardut 2008 memperoleh rating 4,3 dan share 17,3 persen. Lalu, Super Soulmate Concert memperoleh ranting 4,1. Sebaliknya, acara dengan topik yang sama, Dangdut Mania 3 mendapat peringkat ke-3 dengan menyabet rating 4 dan share 14. Masih dengan reality show bertajuk dangdut, KDI 5 mendapat peringkat ke 6 dengan perolehan rating 3 dan share 10,7. Sementara itu, pada posisi 4 diduduki program Mama Mia 2008 dengan rating 3,7 dan share 14,1. Berikutnya program acara Indonesian Idol berada di peringkat 5 dengan perolehan rating 3,4 dan share 10,6.

Program Stardut 2008 tidak hanya menonjolkan kemampuan vokal dengan suara emasnya saja. Mereka juga akan menampilkan aksi panggung yang atraktif bersama ayah atau bundanya. Selain itu, tayangan ini juga menampilkan ikatan emosi antara ayah/bunda dengan putra-putrinya.

Acara Stardut menampilkan ayah/bunda sebagai pendamping atau calon manajer calon bintang. Selanjutnya, ada juga sosok putra-putri sebagai calon bintang dangdut Indonesia. Musik dangdut saat ini bersifat universal dan disukai masyarakat dari semua golongan. Program Stardut 2008 memulai audisinya pada tanggal 23 dan 24 Februari 2008 di dua kota di Jakarta dan Surabaya. Setelah itu mulai berkompetisi dan tampil dalam acara televisi yang berjudul Stardut Cabut 2 dan Stardut Incer 2, Stardut Pilih 1 (wildcard).

Sebanyak 13 pasang finalis akhirnya terpilih untuk berhak tampil dalam Konser StarDut 2008 yang ditayangkan setiap hari Minggu pukul 18.00 WIB mulai 22 Juni 2008 bertempat di Britama Sportmall, Kelapa Gading, Jakarta Utara. [DGT/U-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/21/index.html

18 Juni 2008

Menelusuri Jejak Islam di Layar TVOne

Program ini juga menyajikan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di satu daerah.

Masjid Ar Raisiyah, di kawasan Desa Sekarbela, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengalami renovasi beberapa kali. Perbaikan pertama dilakukan setelah masjid itu terbakar akibat peperangan antara masyarakat Sekarbela yang menuntut kematian seorang tokoh ulama, Tuan Guru Padang Reak dengan penguasa saat itu.

Kala itu, arisitek masjid Ar Raisiyah sangat sederhana, yakni berbentuk empat persegi dengan dinding bedek, atap rumbia, lantai tanah, dan yang menjadi ciri khas adalah empat soko guru. Setelah kebakaran, Masjid dibangun kembali oleh tokoh ulama TGH Mustafa dan TGH Moh Toha.

Bentuk masjid masih sederhana dengan empat soko guru. Dari peninggalan yang ada, yakni sebuah kaligrafi tertulis angka 1350 H. Saat itu bangunan masjid sudah lebih baik dari sebelumnya, namun masih sederhana. Kemudian pada tahun 1890 Masehi, atas prakarsa TGH M Rais, masjid direnovasi dengan menggunakan atap genteng.

Jamaah yang semakin banyak menginspirasikan penerus selanjutnya, yakni TGH Muktamat Rais anak dari TGH Muhamaad Rais, untuk membangun kembali masjid pada 1974 dengan kontruksi beton. Namun dikarenakan jamaah yang semakin banyak dan kompleknya kegiatan, pada 2001 tempat ibadah itu direnovasi kembali berlantai tiga dengan desain Timur Tengah.

Sejarah masjid Ar Raisiyah itu digambarkan dalam program acara bertajuk Jejak Islam yang tayang di layar kaca TVOne setiap Sabtu, pukul 06.30 WIB. ''Jejak Islam merupakan suatu tayangan akhir pekan yang mengedepankan tentang sejarah Islam nusantara, melalui penemuan prasasti, masjid bersejarah, maupun tempat-tempat bersejarah lain,'' papar Raldy Doy, public relations manager TVOne.

Jejak Islam yang merupakan salah satu acara unggulan stasiun televisi yang dulunya bernama Lativi ini menelusuri kembali jejak-jejak Islam di Indonesia, seperti dalam lawatan ke masjid Ar Raisiyah yang menjadi saksi sejarah masuknya Islam ke Pulau Lombok.

''Jejak peninggalan Islam yang paling kental adalah masjid. Bahkan, jejak perjuangan dalam mengusir penjajah pun tak lepas dari semangat jihad para ulama yang berawal dari masjid. Berkat kerja keras, Islam mampu menyentuh aspek kehidupan masyarakat Indonesia,'' ujar Raldy. Ia mangatakan bahwa hampir di seluruh Nusantara terdapat jejak-jejak peninggalan Islam.

Namun, lanjut dia, melacak jejak Islam di Indonesia bukanlah mudah. ''Tak banyak jejak yang bisa dilacak. Nah, di sinilah tantangan tim Jejak Islam untuk dapat melacak risalah Islam dari seluruh pelosok Indonesia,'' tegasnya.

Program bernuansa Islami ini cukup mendapat sambutan positif dari pemirsa TVOne. Acara Jejak Islam dapat memberikan pengetahuan yang lebih kepada pemirsa mengenai sejarah Islam di Indonesia.

Menurut dia, Jejak Islam banyak menyuguhkan informasi mengenai perkembangan Islam di seluruh Nusantara, termasuk di antaranya kedatangan Islam di satu daerah, siapa yang membawanya dan kapan kedatangannya? ''Semua jawaban tersebut dapat Anda peroleh dengan menyaksikan Jejak Islam di TVOne. Kami ingin menyajikan akhir pekan pemirsa seasuatu yang santai dan bermanfaat,'' ujar Raldy.

Tausyiah pagi hari
Selain Jejak Islam, TVOne juga mempunyai tontonan bernapaskan Islami bertajuk Titian Kalbu. Acara tausyiah ini menemani pemirsa di pagi hari dari Senin sampai Jumat, pukul 04.00 WIB. ''Titian Kalbu merupakan suatu tayangan religius Islam yang disajikan untuk pemirsa agar hari-hari menjadi lebih bermakna dan saatnya memulai hari dengan hati yang bersih,'' papar Raldy.

Titian Kalbu menghadirkan tiga orang ustadz dan seorang ustadzah yang akan memberikan tausyiah-dakwah. Mereka akan menyampaikan tausyiah dengan cara yang berbeda-beda.

Tausyiah pada Senin dan Jumat mengangkat tema tentang Fiqih. Lalu pada Selasa dan Rabu menyajikan tema isu sosial dalam Masyarakat dan pada Kamis tausyiah mengangkat profil wanita-wanita hebat di bidangnya.

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=338025&kat_id=383

16 Juni 2008

BONDAN WINARNO: PELOPOR WISATA KULINER * PATAHKAN ANGGAPAN PRESENTER TV HARUS TAMPAN/CANTIK

BONDAN WINARNO: PELOPOR WISATA KULINER (Bagian 4)

NIAT PENSIUN MALAH JADI SELEBRITI

Pensiun jadi pengusaha, ia banting setir menekuni dunia kuliner. Siapa sangka, ia malah menjadi selebriti. Penggemarnya, mulai dari ibu-ibu hingga para gay. Namun, saat berada di puncak popularitas, ia justru bersiap-siap untuk mundur.

BERLIDAH 'CERDAS'
Memasuki tahun 2005, Bondan makin dekat dengan dunia kuliner Awalnya, PT Unilever meminta Bondan memikirkan program untuk memopulerkan Pusaka Kuliner Nusantara, yang menjadi visi Komunitas Jalansutra. Waktu itu, ia mengusulkan sebuah program multimedia yang melibatkan pers cetak, radio, dan televisi.
"Tetapi, rupanya mereka hanya berminat untuk program televisi. Maka, lahirlah acara Bango Cita Rasa Nusantara (BCRN), dan saya diminta menjadi pembawa acaranya. Saya juga heran, acara itu disukai orang. Wajah saya kan tidak sekeren Adjie Massaid atau Jason Tedjasukmana, ha...ha...ha...," ujar Bondan, yang ternyata juga gemar bercanda.

Ia juga sekaligus mematahkan anggapan bahwa menjadi presenter TV harus muda dan tampan/cantik. "Pengetahuannya tentang makanan memberikan manfaat bagi banyak orang. Lidahnya 'cerdas'," kata seniman Butet Kartaredjasa (46), yang pernah akrab dengan Bondan. Bertiga dengan sosiolog yang juga penikmat makanan, almarhum Umar Kayam, Bondan dan Butet sempat rajin mencicipi aneka makanan bersama.

Bahkan, komentar 'mak nyus' yang populer itu, diakui Bondan, ditirunya dari Umar Kayam. "Untuk menggambarkan makanan yang sangat enak, Mas Kayam kerap memakai istilah mak nyus, sebuah ungkapan umum di Yogya. Dalam pembicaraan sehari-hari juga begitu. Suatu kali, ketika syuting, terlepaslah kata mak nyus dari mulut saya. Ternyata, pemirsa menyukainya. Matur nuwun, Mas Kayam," ungkap Bondan, tulus.

'Kecerdasan' lidah Bondan juga diungkapkan Camelia (28), Associate Producer Wisata Kuliner. "Pak Bondan pandai mewawancarai pemilik restoran dan bisa mengungkapkannya kepada penonton dengan sangat menarik. Padahal, saya tidak memberikan naskah, dan pengambilan gambar pun jarang diulang," ucap Camelia.

Namun, setelah 15 bulan menjadi presenter BCRN, Bondan memutuskan mundur karena alasan prinsip. Namun, tak lama kemudian ia kembali dihubungi Trans TV. "Saya diminta tampil setiap hari di acara Wisata Kuliner," kata Bondan, yang sudah menyelesaikan lebih dari 500 episode dalam tiga tahun terakhir.

Padahal, syuting yang dilalui Bondan sama sekali tak mudah. Dalam sehari bisa berpindah lokasi hingga 10 tempat. "Di Singapura, kami bahkan pernah syuting di 16 lokasi sepanjang hari. Wah, kami semua sudah tak mampu makan lagi, meskipun cuma icip-icip. Tetapi, Pak Bondan tetap konsisten, dan syuting berjalan lancar," ungkap Camelia.

Jika syuting di luar kota, di mana hanya ada penginapan seadanya, Bondan juga tak pernah protes. Hanya satu yang membuat Bondan marah, yaitu bila menyangkut ketepatan waktu. "Di mana pun, kami selalu diminta tepat waktu. Syuting di luar kota, kami harus siap pukul 7. Demikian juga ketika kami di Eropa, pukul 7 tepat kami harus sudah berangkat syuting," lanjut Camelia, yang juga berupaya keras mengurangi jumlah kru. Menurut Bondan, kru yang terlalu banyak tapi tidak efektif, hanya membuat sempit lokasi syuting.

Camelia juga memuji kondisi fisik Bondan yang selalu prima (hanya asam urat yang menjadi kendala kesehatannya). Kondisi itu diupayakan Bondan dengan melakukan olahraga jalan kaki setiap pagi. Juga dengan melakukan detoksifikasi selama beberapa hari, dengan hanya minum jus buah dan air putih, setelah seminggu syuting. Cara lain, setiap kali icip-icip makanan, ia tidak pernah menghabiskan seluruh makanan yang dihidangkan.

Bondan yang tidak pernah mencela makanan yang dicobanya, dinilai positif oleh Butet. "Itu menunjukkan sikapnya yang arif. Bondan sudah dipercaya penonton, sehingga ucapannya yang ne-gatif bisa merugikan restoran yang dikunjunginya," kata Butet.

Di layar kaca Bondan selalu tampil santai dan akrab, mengomentari setiap makanan dengan ungkapan khas. Seperti, "Pedesnya sopan, gurihnya nendang. Bumbunya cakep, berminyak." Sesekali secara tak sengaja Bondan menunjukkan wawasannya, dengan menambahkan komentar tentang bahan makanan atau daerah yang dikunjungi,

Menyangkut hal itu, Bondan berkomentar, ia tak bermaksud menjadi kritikus, melainkan berusaha mencari setiap kelebihan dari restoran yang dikunjunginya. Karena itulah, ia kerap mendapat telepon yang penuh dengan luapan kegembiraan, dari para pemilik restoran yang dimunculkan di acara Wisata Kuliner. Bahkan, pernah ada seorang pemilik restoran yang melaporkan, restoran miliknya langsung diserbu orang sampai hampir roboh.

Bondan juga menaruh perhatian besar pada kuliner daerah. Ia memiliki obsesi agar orang mau berburu makanan-makanan khas daerah. "Kuliner Nusantara adalah bagian dari kekuatan pariwisata. Mungkin Semarang bisa dijelajahi dalam satu-dua hari. Namun, bila Anda juga menikmatinya dari sisi kuliner, liburan Anda di Se-marang pasti bisa lebih panjang lagi," ujar Bondan.

CANGGUNG DI ANTARA PENGGEMAR
Di luar dugaannya sendiri, kesuksesan Wisata Kuliner ternyata membuat Bondan menjadi selebriti. Tiba-tiba saja, ke mana pun ia pergi, para wanita memintanya berfoto bersama.

"Jujur saja, saya amat canggung menjadi selebriti. Apalagi, pada dasarnya saya private man. Namun, saya juga orang yang mudah beradaptasi, jadi semua itu bisa saya atasi," ujar Bondan, yang menolak berfoto jika penggemarnya hanya memanggil-manggil dengan se-butan mak nyus, tanpa mendatangi dirinya dengan sikap sopan.

Namun, hal-hal seperti itu tidak membuat Yvonne, istrinya, cemburu. "Saya bahkan sering menyarankan agar Bondan bersikap lebih ramah kepada penggemarnya," ungkap Yvonne, yang sesekali masih berbahasa Inggris ini, sambil tertawa.

Gwen, putri Bondan, juga sempat terheran-heran melihat antusiasme penggemar ayahnya. "Namun, saya memang salut pada Papa. Ia tertantang mencoba berbagai profesi, dan selalu berhasil," ucap ibu dua anak, yang kini juga muncul sebagai presenter pendamping di Wisata Kuliner edisi Jumat.

Ternyata, Bondan tak hanya populer di kalangan wanita. Para gay pun memujanya. "Saya beberapa kali ditelepon dan dikirimi e-mail mesra oleh sejumlah gay," lanjut Bondan, tertawa. Biasanya, ia lantas menjelaskan kondisi sebenarnya. Namun, jika penggemarnya itu ngotot, dengan tegas ia akan melarang orang tersebut untuk menghubunginya lagi.

Menurut Bondan, sampai saat ini, orang sering kali menganggap tempat pria bukanlah di dunia kuliner. "Padahal, banyak pria yang sukses di industri kuliner," ungkapnya. Namun, ia juga berpendapat, saat memasak, pria memang berbeda dengan wanita.

Namun, justru di saat kebanjiran penggemar, Bondan malah berniat mundur. Selain kegiatan syuting yang menyita waktu, ia juga merasa sudah waktunya untuk menyerahkan tongkat estafet. Alasan lain, "Lebih terhormat mundur di saat masih disukai orang daripada terpaksa mundur. Itu sudah pernah saya lakukan, ketika saya menjadi konsultan manajemen," ujar Bondan, serius.

Namun, lagi-lagi, bukan berarti ia akan berdiam diri. Ia masih punya obsesi lain, yaitu membuat program mengembangkan diri. "Bangsa kita makin tidak mengindahkan aturan dan sopan santun. Padahal, dulu kita dididik dengan budaya ketimuran. Bangsa kita juga kurang mampu berkompetisi dengan bangsa lain, karena kualitas SDM-nya tidak maksimal. Karena itu, dibutuhkan pelatihan sumber daya manusia yang bisa meningkatkan kualitas setiap individu," ungkap Bondan, bersemangat.

Namun, ia ingin program yang dicita-citakannya itu tidak dijual seharga jutaan rupiah, seperti halnya pelatihan sejumlah motivator terkenal. Ia juga berharap bisa menggunakan kekuatan media massa. "Persis seperti dakwah yang selama ini ada di radio dan televisi. Namun, yang ini sejenis dakwah non-agama, untuk pengembangan diri," ungkap pemeluk Kristiani ini.

Di sela-sela kesibukannya (syuting dan menulis biografi dua tokoh terkenal), Bondan terus berusaha mewujudkan impiannya itu, antara lain dengan menyusun modul-modul. Atau, di saat menunggu pertemuan dengan tiga anak dan enam cucu tercinta, yang rutin menginap di rumahnya di Sentul, yang memang cocok untuk liburan.

Selain itu, setahun sekali Bondan juga merancang acara jalan-jalan dengan keluarga besarnya. Tak jarang, pria romantis ini juga memberikan kejutan pada Yvonne. Misalnya, dengan mengajak sang istri jalan-jalan ke berbagai tempat dan –tentu saja-- mencoba aneka makanan. Saat melakukan wawancara terakhir dengan femina, ia sedang bersiap-siap pelesir ke Medan bersama istrinya. TAMAT

http://www.femina-online.com/serial/serial_detail.asp?id=171&views=127

12 Juni 2008

Ragam Komedi Ceria di TransTV

Trans TV ingin menyuguhkan keceriaan bagi pemirsanya

Aming dan Indra Birowo yang berdandan sebagai anak band memasuki sebuah hotel dan mengaku kepada room boy (Edric Tjandra), personel band Andra and Backbone). Keruan saja Edric tidak percaya dengan Aming dan Indra yang bertubuh kurus, apalagi tidak beberapa lama muncul para personel Andra and Backbone yang sesungguhnya.

Itulah penggalan skenario pembuka acara Extravaganza yang ditayangkan Trans TV pada Sabtu, (7/6) lalu pukul 19.00 WIB. Penampilan Aming cs di Extravaganza kian mendapat tempat tersendiri di masyarakat. Menurut Aris Ananda, planning & scheduling Dept Head Trans TV, ExtraVaganza yang mulai tayang 5 April 2004 mampu menembus kompetisi yang ketat di jagad komedi Indonesia saat ini. Format program acara komedi ini terbagi dalam beberapa segmen, yakni sitkom, komedi musikal, dan parodi. Di Extravaganza, pemirsa juga akan disuguhi penampilan penyanyi dan band-band papan atas, seperti: Peterpan, Christian Bautista, Keith Martin, Serieus, Gigi, Audy, Slank, Andra and Backbone, dan lain-lain.

''Extravaganza menyajikan sesuatu yang baru, baik pemain, gaya berkomedi, maupun kemasan komedi itu sendiri dan digabungkan dengan penampilan musik dari penyanyi dan grup band yang menjadi bintang tamu. Hal itu memiliki daya tarik tersendiri, semakin memiliki daya pikat,'' tutur Aris mengenai acara variety show terpopuler di Trans TV ini.

''Kini Extravaganza sudah menjadi trendsetter dan juga sudah dapat membentuk pemirsa tersendiri,'' tegas Aris. Agar dapat bertahan, kami berusaha berinovasi,'' terang Aris yang mengungkapkan, berdasarkan riset AC Nilsen, rating acara ini tetap tinggi dengan mencapai delapan poin.

Kesuksesan Extravaganza membuat Trans TV menjadi percaya diri untuk membuat beberapa program acara komedi dengan format berbeda. Seperti Sssst Usil Banget Deh, Coffe Bean Show, Sketsa, Jail, dan Akhirnya Datang Juga Plus-Plus.

Sssst Usil Banget Deh (SUBD) tayang kali perdana pada 10 November lalu itu dihadirkan setiap Sabtu pukul 18.30 WIB. SUBD yang masuk dalam kategori reality game show ini dipandu oleh komedian Bedu. ''Respons pemirsa terhadap tayangan SUBD ini juga cukup memuaskan. Perolehan rating maupun share pemirsa relatif bagus,'' ungkap Aris. Berdasarkan data harian yang dilansir dari lembaga riset televisi, AGB Nielsen berhasil menembus rating hingga 2,7 poin.

Kondisi serupa terjadi pada Coffe Bean Show (CBS). Diungkapkan Aris adapun, rating dan sharenya CBS selama dua minggu terakhir. ''Rating dan share ini mengalami peningkatan setelah selama ini share-nya di bawah 10 persen,'' ungkap Aris mengenai CBS yang kini sudah mencapai 30 episode.

''Bila dilihat dua minggu terakhir mengalami peningkatan, berarti memang terjadi respons yang positif dari pemirsa terhadap CBS. Untuk itu kualitas selalu berusaha ditingkatkan dengan cara menghadirkan bintang-bintang tamu yang variatif di setiap episodenya dan tidak lupa—terus meningkatkan kelucuannya,'' tutur Aris.

Tak kalah serunya, lanjut Aris, acara Sketsa yang tayang setiap Jumat pukul 19.30-20.00 WIB. Program ini menampilkan sketsa-sketsa komedi singkat namun memancing tawa maksimal. ''Kami ingin mengenalkan format baru yakni komedi real yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tidak dibuat-buat dan diangkat dari materi yang fresh,'' terang Aris.

Adapun Jail yang merupakan sebuah program comedy reality show menangkap kelucuan suatu situasi. Jail tayang setiap hari Jumat mulai pukul 19.00-19.30 WIB dengan menampilkan beberapa ide jahil yang telah dipersiapkan pada lokasi yang berbeda-beda.

Sedangkan Akhirnya Datang Juga Plus-Plus merupakan bentuk pengembangan dari kesuksesan program Akhirnya Datang Juga ini tayang setiap Rabu pukul 19.00 WIB. Program ini hadir memberikan hiburan menyegarkan melalui penampilan Nardji sebagai pembawa acara.

Hadirnya program-program komedi tersebut pada waktu primetime menegaskan upaya Trans TV untuk menciptakan hari-hari pemirsa yang penuh dengan keceriaan ''Hadirnya program-program komedi tersebut untuk membuat pemirsa terhibur dengan canda tawa di waktu primetime yang santai.'' ujar Hadiansyah Lubis, head of marketing public relations Trans TV.

''Kita sadar di primetime itu persaingan cukup berat. Karena pada slot tersebut hampir semua stasiun televisi menghadirkan sinetron. Nah, dengan sajian program ini kami berharap bisa menjadi alternatif tontonan yang bisa menghibur pemirsa di rumah.''

''Para pemirsa di negeri ini sudah terbiasa menyaksikan sinetron. Sekarang kami ingin secara perlahan mengubahnya lewat tayangan yang berbeda,'' tegas Hadiansyah yang menegaskan lagi bahwa memang program acara komedi menjadi unggulan di Trans TV selain program acara musik dan film.

Dengan hasil rating dan share yang cukup tinggi dari program-program komedi yang disajikan Trans TV menunjukkan bahwa acara-acara komedi tersebut dapat bersaing dengan acara-acara sinetron pada jam-jam primetime. ruz

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=337424&kat_id=476

10 Juni 2008

Antv Suguhkan Reality Show yang Menyentuh

Namanya saja program reality show. Tayangan yang disuguhkan tentunya tak direkayasa atau dibuat-buat. Kejadiannya diambil dari keseharian, Apa adanya. Itulah yang tergambar dalam program reality show yang disajikan Antv seperti Bukan Pengamen, Aku Ingin Pulang, dan 10 X Kipat.

''Kami memang lebih memfokuskan pada program acara reality show bergenre sosial. Reality show yang lebih menyentuh dan unusual karena yang ditawarkan berkisah tentang masalah kehidupan keseharian yang ada ditengah masyarakat,'' ujar Mila Lubis, publicity Antv.

Reality show bertajuk Bukan Pengamen yang ditayangkan setiap Sabtu dan Ahad, pukul 16.30 WIB merupakan sebuah reality show yang bertujuan untuk memberikan uang belanja kepada seorang yang tidak mampu (kepala keluarga). Sehingga mereka bisa membeli makanan empat sehat lima sempurna untuk kebutuhan hidup keluarga mereka.

Caranya dengan menantang seorang selebriti untuk mengamen di manapun dan dengan cara apapun, sehingga si selebriti tersebut berhasil mengumpulkan sejumlah uang yang telah ditargetkan yakni Rp 200 ribu dalam jangka waktu satu jam. Apabila sang selebritis berhasil mengumpulkan sejumlah uang sesuai target, maka orang tersebut akan mendapatkan uang belanja sebesar Rp 3 juta, namun jika sang selebriti tidak berhasil maka orang itu hanya mendapatkan uang sejumlah Rp 1,5 juta.

Lain lagi dengan tayangan Aku Ingin Pulang setiap Sabtu, pukul 07.00 WIB. Acara ini memberikan kesempatan kepada orang-orang yang sudah lama terpisah dari keluarga ataupun orang-orang yang mereka cintai karena tidak memiliki uang yang cukup untuk dapat kembali ke kampung halaman mereka.

Seluruh biaya perjalanan akan ditanggung sepenuhnya ke lokasi manapun juga. Sebelum keberangkatan, target diberikan sejumlah uang untuk membelikan buah tangan kepada sanak keluarganya di kampung. Target yang dipilih harus memilki latar belakang kehidupan ekonomi yang benar-benar sulit, alasan yang dramatis mengapa mereka bisa sampai meninggalkan kampung, serta kepastian bahwa mereka benar-benar memiliki keluarga di kampung tersebut (melakukan survey terlebih dahulu).

Pada program 10 X Lipat yang tayang setiap Sabtu, pukul 08.30 WIB akan memberikan reward 10 kali lipat lebih besar dari apa yang telah mereka berikan untuk menolong orang yang sedang kesusahan. Akan ada aktor yang berakting dengan berpura-pura meminta bantuan kepada setiap orang secara acak.

''Targetnya lebih kepada orang-orang dari kelas menengah ke bawah, agar dapat lebih dramatis. Karena keikhlasan orang tersebut dalam memberikan bantuan walaupun mereka juga belum tentu memiliki rejeki yang berlebih, maka orang tersebut diberikan reward 10 kali lipat atas bantuan yang telah ia berikan,'' jelas Mila.

Tiga reality show, Bukan Pengamen, Aku Ingin Pulang, 10 X Kipat ini sangat menyentuh dan memiliki keterkaitan emosi penonton dengan aktor-nya. ''Dengan kata lain, ketiga reality show ini merupakan kejadian asli tanpa rekayasa. Hanya saja, sebagai kemasan tontonan maka ketiga acara reality show ini diracik sedemikian rupa hingga emosi penonton bisa tercapai,'' ungkap Mila.

''Setidaknya dengan ketiga tayangan reality show Bukan Pengamen, Aku Ingin Pulang, dan 10 X Kipat ini kami dapat turut serta memecahkan masalah yang dialami sebagian masyarakat yang kurang beruntung,'' tegas Mila yang berharap ketiga tontonan ini dapat menggugah perasaan pemirsa untuk peduli dengan sesama dalam kehidupan bermasyarakat.

Mila mengungkapkan, program reality show yang ditayangkan di Antv lainnya lebih bersifat menghibur yakni Hubungan Tanpa Status (HTS) yang tayang tiap Ahad pukul 13.00 WIB, My Special Date (MSD) hadir setiap Ahad pukul. 13.30 WIB, serta reality show komedi Kena Deh yang tayang dari Senin-Jumat, pukul 19.30 WIB, dan Bule Gila hadir setiap Senin-Jumat, pukul 17.00 WIB dipandu presenter kawakan Farhan.

''Kena Deh dan Bule Gila cukup sukses dan sebenarnya sangat disukai pemirsa. Untuk itulah Antv menayangkan kembali reality show menarik dengan objek yang istimewa ini,'' ungkap Mila.

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=337132&kat_id=476

07 Juni 2008

Acara "Republik Mimpi" TVOne Bubar

Jawa Pos, Sabtu, 7 Juni 2008 - Acara parodi politik, Republik Mimpi, berhenti tayang. Usia kontrak acara yang ditayangkan TV One itu berakhir sejak 29 Mei 2008 pada episode ke-13. Penampilan terakhir saat itu mengangkat tema 100 Tahun Kebangkitan Nasional.

Berhentinya Republik Mimpi saat ini mengingatkan sekitar satu setengah tahun lalu ketika masih memakai nama Republik BBM yang pindah tayang ke Metro TV dari semula di Indosiar.

Ketika itu, terjadi perpecahan. Presiden Republik BBM Taufik Savalas dan Denny Chandra memilih tinggal di stasiun semula. Lainnya, termasuk Effendi Gazali dan tim dari Pascasarjana Komunikasi Universitas Indonesia (PSKUI), hijrah.

Kali ini, situasi lebih parah. Ketika kontrak Republik Mimpi tidak diperpanjang TV One, Effendi Gazali dan tim PSKUI memilih mundur. Pemain lain, kecuali Butet Kartaredjasa, tetap bertahan membuat acara baru berjudul Negeri Impian yang tayang Jumat malam.

Sekilas, tidak ada yang berbeda antara Republik Mimpi dengan Negeri Impian. Hanya, menurut produser tim Negeri Impian Nonot, porsi kritiknya diturunkan. ''Kami lebih fokus ke komedi satir, komedi politik. Lebih halus dan lebih memotivasi,'' ujarnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Soal format acara yang mirip Republik Mimpi, kata dia, itu memang disengaja. Sebab, jika diubah drastis, pihaknya khawatir penonton akan kaget.
(gen/tia)

06 Juni 2008

Parodi Republik Mimpi Ditutup

Wapres Republik Mimpi Jarwo Kwat
Jumat, 6 Juni 2008 | 19:39 WIB

JAKARTA - Serial parodi Republik Mimpi yang muncul setiap Jumat malam di Stasiun TvOne untuk sementara ditutup.

Penggagas acara Republik Mimpi, Effendi Ghozali, dalam pesan singkat (SMS) yang diterima Persda Network, Jumat (6/6), malam, mengatakan serial tersebut ditutup untuk sementara oleh Asosiasi Pascasarjana Komunikasi Universitas Indonesia (UI).

"Sejak 29 Mei 2008 Tim UI sudah menutup acara Republik Mimpi dan tidak terlibat sama sekali dalam acara lain seperti Komedi Negeri Impian di Tv One atau parodi di televisi lain," kata Effendi.

Alasannya, kata Effendi, karena tidak ada kontrak sehingga tidak jelas batas content (isi) dari acara tersebut. "Misalnya apakah boleh membahas soal dua tahun Lapindo," jelasnya.

Menurut dia, semua tim UI memilih mundur dari acara tersebut seperti Dedy N Hidayat, Pinkey Triputra, Mohammad Iqbal, Suko Widodo, Mugi Santoso. "Termasuk saya (Effendi Gazali)," kata dia. (Hasanuddin Aco) Sumber : Persda Network

http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/06/06/19390865/parodi.republik.mimpi.ditutup

05 Juni 2008

Konser Stradut Makin Semarak - Kiki dinobatkan sebagai bintang AFI Junior 2008 setelah menyingkirkan dua pesaingnya

Republika Kamis, 05 Juni 2008 - Jalan panjang menuju pedangdut Indosiar masih berliku. Sebanyak 30 pasang peserta yang lolos dari babak Cabut 2, kini bersaing kembali di babak lunjutan, yakni Incer 2. Jika lolos di babak ini, mereka mulai memasuki persaingan sesungguhnya, yaitu konser SatrDut.

''Inilah babak sesunggunya, dan persaingan pun tentu semakin ketat,'' ujar Gufroni Sakaril, humas Indosiar. Menurutnya, para kontestan tidak hanya mengandalkan vokalnya saja, tapi juga aksi panggung mereka sangat mempengaruhi penampilan mereka secara keseluruhan.

Menurut Gufroni, aksi panggung para kontestan yang masuk ke babak Incer 2 ditayangkan Indosiar mulai 29 Mei hingga 15 Juni, setiap Kamis dan Ahad pukul 18.00 WIB. Dalam setiap episode babak ini akan dikompetisikan lima pasang peserta, yaitu anak beserta yah atau bunda dan hanya dua pasang peserta yang lolos ke konser Stardut. ''Konser Incer 2 ini berbeda dari sebelumnya, kelima peserta akan melewati dua tahap penyaringan,'' paparnya menjelaskan ketatnya seleksi yang diterapkan dalam kompetisi ini.

Tahap pertama yang harus mereka lalui, lanjut Gufroni, adalah menyanyi dangdut solo. Penampilan peserta akan dinilai oleh 100 orang juri votelock independen. Selanjutnya dua peserta yang mendapatkan nilai terendah hasil voting juri votelock akan tersisih dari konser dan tiga peserta dengan nilai tertinggi berhak masuk tahap ke dua.

Tahap kedua adalah tahap penentuan tiga peserta memperebutkan dua tiket menuju babak konser Stardut. Pada babak ini peserta ditantang untuk menyanyikan satu lagu dangdut berduet dengan salah satu artis dangdut papan atas, seperti Nelly Agustina, Iis Dahlia, Erni Abe, Cintia Sari, Benigno, Ira Swara, Saipul Jamil, Kristina, Erie Susan, dan Indra Bruggman.

Penampilan mereka juga dinilai oleh 100 orang juri votelock. Sementara ayah atau bunda setiap peserta diberikan kesempatan terakhir untuk memberikan promosi untuk anaknya. Dua pasang peserta dengan nilai tertinggi hasil voting berhak lolos ke babak berikutnya dan satu peserta dengan nilai terendah akan tersisih. Episode Incer 2 nantinya akan menghasilkan 12 pasang peserta yang lolos ke koser Stardut 2008.

Episode konser Stardut ini nantinya sepenuhnya akan ditayangkan langsung oleh Indosiar. ''Dari sinilah nanti diketahui siapa yang akan dinobatkan sebagai bintang Stardut Indosiar,'' kata Gufroni.

Juara AFI Junior
Masih di layar kaca Indosiar, Kiki dinobatkan sebagai juara AFI Junior 2008 setelah berhasil menyingkirkan dua pesaingnya, yaitu Cika dan Shana dalam babak grand final pada Ahad (1/6) lalu.

Bocah bersusia 10 tahun itu menunjukkan kebolehannya dengan membawakan lagu Kucinta Kau Apa Adanya di depan para juri. Olah vokal dan aksi panggungnya berhasil meyakinkan para komentator untuk menjadi bintang cilik dalam AFI Junior 2008. Bahkan dengan langkah mantap, Kiki berhasil meraih kemenangan mutlak atas dua pesaingnya, Cika dan Shana.

Menurut Gufroni, berbeda dengan sebelumnya, penilaian kali ini diberikan lewat voting 50 orang juri votelock yang kemudian ditambahkan dengan penilaian oleh para eksekutor yang terdiri dari Rieka Roeslan, Andre Taulany, dan Sophie Navita. ''Ketiga komentator/juri, yakni Rieka Roeslan memberi nilai sembilan, Andre Taulany memberikan nilai delapan, dan Sophie Navita memberi nilai tujuh, namun mereka tidak menyebut kepada siapa saja nilai itu diberikan,'' ujar Gufroni. (ruz )

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=336531&kat_id=383

01 Juni 2008

Mengarahkan Anak Jadi Idola

Industri hiburan selalu tampil dengan sesuatu yang menjual. Prinsip itu juga berlaku dalam berbagai kompetisi pencarian bakat anak. Anak diharapkan tampil dengan segala pesona dan kesempurnaan sebagai seorang idola cilik. Di balik pencitraan itu, tentu saja ada harga yang harus AntaraSeto Mulyadidibayar.

Mungkin tidak pernah terlintas dalam benak finalis Idola Cilik Siti Nur Qomaria, menyanyi di hadapan ratusan orang. Meski aktif sebagai pengamen cilik, impian itu hanya sebatas mimpi saja. Namun, peserta asal Surabaya ini bukan main gembira saat terpilih sebagai finalis.

Senada dengan itu, kontestan asal Jakarta Zahra Damarvia juga merasakan kebahagiaan yang sama. Kebahagiaan itu, katanya, bahkan dirasakan seluruh keluarganya. Semua pihak kecipratan sibuk memberi dorongan kepadanya saat berlomba.

"Keluargaku senang banget, mereka kerepotan. Setiap aku tampil mereka bikin sesuatu, tapi mereka senang ngerjainnya," ujar Zahra saat dihubungi melalui telepon, Rabu (28/5).

Zahra dan Siti merupakan kontestan tujuh besar kompetisi Idola Cilik yang diadakan di RCTI. Mereka telah melewati beberapa tahap seleksi dalam kompetisi tersebut. Kontes dengan beragam latar belakang finalis ini dikhususkan untuk menemukan pemenang yang akan dianugerahi gelar idola cilik.

Merebut Perhatian

Ajang ini telah merebut perhatian khalayak ramai. Kompetisi ini tidak sekadar menyajikan penampilan para kontestan, tapi juga sajian "bumbu" lain. Misalnya, keterlibatan dua pengamen cilik, Siti dan Nur Wahid Hidayat. Selain itu, para juri yaitu Ira Maya Sopha, pembawa acara Dave Hendrik, finalis Indonesian Idol Winda Viska Ria, dan vokalis Sheila On 7 Duta semakin menambah ramai acara ini.

Zahra mengaku keinginannya mengikuti ajang Idola Cilik didorong oleh kesempatan untuk mengeksplorasi diri. Dia menegaskan ingin mencoba tantangan untuk bekerja keras. Bahkan, siswa kelas lima sekolah dasar ini (SD) mengatakan bersedia mengikuti sesi latihan vokal yang melelahkan.

Berbeda dengannya, Siti mengungkapkan inisiatif mengikuti audisi Idola Cilik justru datang dari beberapa pembinanya di Sanggar Alang-alang. Siti bergabung di sanggar itu sejak lima tahun lalu.

Namun, kesempatan bersiap menjadi idola cilik ternyata menyisakan persoalan. Siti sudah lebih dari sebulan meninggalkan bangku sekolah, membuatnya sulit untuk menghadapi ujian sekolah.

"Terpaksa kalau ujian aku nyontek, ya nyonteknya 10 persen, ngerjain sendiri 90 persen. Kalau ditanya, "Kamu nyontek ya?" Ngga, cuma nanya," tutur siswa kelas empat SD itu terus terang.

Terkait hal itu, mantan artis cilik Dhea Ananda mengungkapkan, kewajiban bersekolah harus tetap diprioritaskan.

"Kadang gini, anak bilang ngga capek, kan anak ngga tahu kapasitas dia. Ini capek atau ngga sih, kadang-kadang senang saja syuting. Nah orangtua harus lebih peka," tandas mantan anggota Trio Kwek-kwek ini.

Dia mengungkapkan, manajemen Trio Kwek-kwek diatur oleh orangtua para personelnya. Sejumlah tawaran menyanyi kata Dhea, selalu dinegosiasikan dengan anak.

"Oh iya, karena kami bukan robot walaupun kami anak kecil, kami kan juga punya pendapat, punya ide, itu juga dimasukkin. Kayak misalnya, kalau kita nyanyi maunya koreografernya kaya gini nih," jelasnya.

Bagi Dhea, kondisi itu menolongnya menikmati peran sebagai artis cilik. Dia merasa selalu dilibatkan dalam tiap pengambilan keputusan. Meski dalam beberapa kesempatan, orangtuanya bisa saja menolak dengan tegas tawaran syuting.

Seorang artis cilik, tuturnya, tetap memerlukan kesempatan bermain. Dia mengungkapkan inisiatif itu harus datang dari orangtua. Menurutnya, pekerjaan seorang anak harus dikondisikan sebagai hal yang menyenangkan.

Maraknya anak-anak yang ikut dalam ajang adu bakat menyanyi tidak sepenuhnya berdampak positif. Sebagian dari mereka justru kehilangan waktu bermain dan belajar. Sayangnya, para orangtua tidak menyadari dampak negatif tersebut. Anak-anak seolah dipaksa mengukir prestasi sejak dini demi memenuhi ambisi atau sekadar membantu ekonomi keluarga.

Aksi unjuk gigi anak-anak di industri hiburan mulai menjamur dengan adanya ajang Idola Cilik. Program televisi yang menjanjikan ketenaran dan berbagai hadiah berhasil memikat para orangtua memasukkan anak mereka sebagai peserta.

Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi menilai, ajang mencari bakat seperti Idola Cilik menarik untuk mengasah talenta dan kemampuan anak bernyanyi. Namun, konsep acaranya harus dibuat 'ramah anak'. Acara tidak boleh dikemas ekstrem dengan air mata apabila anak harus gugur dari pertandingan, sehingga, anak-anak yang ikut kontes tidak trauma atau takut kalah.

Pendapat anak, menurut Kak Seto juga harus menjadi prioritas orangtua sebelum memasukkan anak dalam ajang perlombaan. Ada beberapa anak yang minat bernyanyi, namun ada juga yang dipaksa menyanyi karena takut pada orangtuanya. Bagi anak yang gemar menyanyi, ajang Idola Cilik memang pas. Anak bisa lepas mengekspresikan dirinya. [NCW/EAS/N-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/01/index.html

27 Mei 2008

Bagi Delon, Dunia Hiburan Tak Kejam

[ Jawa Pos Rabu, 28 Mei 2008 ] SURABAYA - Kesuksesan tidak membuat Delon lupa akan akarnya. Bahkan, lelaki kelahiran 20 Mei 1978 itu senang membagi ilmunya untuk pendatang baru yang menang dari ajang pencarian bakat. "Saat memberikan ilmu tersebut, saya sering ingat empat tahun lalu, saat menjalani Indonesian Idol 2004," terangnya kemarin (27/5).

Delon sudah menularkan ilmu menjadi penyanyi profesional kepada Irene Pratami Angriawan, pemenang kompetisi Rejoice Duet Bareng Delon. Perempuan yang akrab dipanggil Irene itu muncul dalam tembang Indah Pada Waktunya di album terbaru Delon, Perasaanku.

"Suara bagus dan wajah cantik seperti Irene harus ditunjang dengan rasa percaya diri. Itu ditempa lewat latihan dan pengalaman. Itu ilmu yang saya bagi," sambungnya.

Ditemui dalam even The Unforgettable Smooth Experience di House of Sampoerna, Surabaya, kemarin, Delon menganggap dunia entertainment tidak sekejam yang dikatakan banyak orang. "Katanya kejam, tetapi bagi saya tidak," tuturnya lugas. "Namun memang, semua tidak bisa dijalani separo-separo. Harus maksimal," sambungnya.

Irene, siswa semester empat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia itu, menyatakan bahwa ilmu yang didapat dari seniornya sangat bermanfaat.(tia)

17 Mei 2008

Televisi, Mimbar Keluarga yang Hilang

Kompas, Sabtu, 17 Mei 2008

Garin Nugroho

"Lihat sepuluh besar American Idol, David, Carly, hingga Syesha. Baju dan tampilannya bersahaja, bahkan pembawa acaranya tidak seronok dan mewah, namun kualitas profesionalnya luar biasa. Mereka paham, siapa yang bintang, siapa pemandu, dan bagaimana menjuri secara efektif serta berkarakter." Demikian komentar seorang guru dalam sebuah diskusi tentang televisi.

Lalu dengar yang ini, ujar seorang produser televisi: "Rating ditanggapi secara instan, melahirkan kompetisi bisnis tidak sehat, memaksa pekerja televisi bekerja lebih banyak, lebih cepat, namun merendahkan profesionalisme. Program televisi tergelincir berlomba menarik perhatian tiap detik tanpa memerhatikan kode etik. Saya menyuruh anak saya untuk tidak menonton televisi."

Komentar-komentar di atas hanyalah beberapa komentar dari deretan gugatan kepada televisi, khususnya berkait dengan keluarga. Jajak pendapat Kompas awal tahun 2008 menunjukkan, menonton televisi adalah kegiatan yang lebih bersifat kekeluargaan daripada individual. Tercatat hanya 4,9 persen responden yang menonton televisi tidak dengan anggota keluarga. Artinya, menonton televisi adalah sebuah perilaku komunal, di mana 47,1 persen tercatat, penguasa remote control adalah sang anak.

Di Eropa-Amerika, semua siaran televisi terencana dan terprogram, hingga mampu memilah waktu bagi anak-anak dan dewasa. Oleh karena itu, sangatlah perlu memberi catatan khusus terhadap televisi dalam perspektif ruang keluarga. Bagaimana sebagai sebuah medium, televisi dapat berperan juga meneguhkan nilai dasar untuk sebuah bangsa dalam bertindak, berpikir, mengadopsi, atau bereaksi terhadap berbagai hal di sekitarnya.

Sejarah ruang keluarga

Sejarah televisi diyakini sebagai penemuan teknologi yang mampu mengumpulkan anggota keluarga di ruang keluarga. Haruslah dicatat, industri televisi bertumbuh pasca-Perang Dunia II, ketika orang-orang tua di Amerika dan Eropa lewat televisi melihat wajah perang dunia dan menunggu anak mereka pulang dari perang.

Oleh karena itu, sejak awalnya televisi lalu menjadi mimbar dunia yang dikonsumsi oleh keluarga. Persaingan Obama dan Hillary Clinton juga memanfaatkan media televisi. Demikian juga, presiden-presiden Indonesia dikenal lewat televisi dan bukan lewat buku-buku. Juga lihat, munculnya "kiai televisi", yakni para pemimpin agama yang terkenal lewat televisi, bukan lewat pelayanan umat secara langsung.

Televisi menjadi buku bergambar dan bersuara terpopuler, refleksi orientasi budaya lisan, ketika budaya baca belum begitu berakar kuat.

Televisi juga menjadi bagian dari sejarah barang-barang konsumsi yang masuk ke ruang keluarga.

Catatan di atas menyimpulkan, abad ini adalah abad generasi televisi. Ketika televisi menjadi mimbar terbesar urbanisasi nilai-nilai. Sebuah kebudayaan massa yang digerakkan dengan kultur teknokapitalis, yang tiap detik programnya dibiayai untuk mendapatkan pameran perhatian dari anggota-anggota keluarga di depan televisi. Televisi sesungguhnya mimbar pameran perhatian terbesar abad ini.

Genius vs etika

Sejak kelahirannya, televisi dipenuhi sebutan yang berbeda. Sebutlah, jendela dunia, tabung kekerasan, padang pasir kebodohan, hingga sahabat keluarga. Hal terakhir membuat televisi tidak bisa dilepaskan dari etika komunikasi, juga etika jurnalistik, etika perlindungan anak, etika perlindungan konsumen, etika periklanan, etika bercerita, hingga etika bincang-bincang.

Tetapi, tuntutan-tuntutan itu senantiasa dihadapkan dengan pertanyaan umum dalam berbagai diskusi televisi: "Bagaimana bisa menjadi industri kreatif yang menguntungkan kalau sedikit-sedikit bicara etika?" Di sementara lain, sejarah memperlihatkan bagaimana program televisi mampu tumbuh menjadi bisnis dunia, justru karena gabungan kegeniusan industri kreatif dengan etika komunikasi. Dengan modal tersebut, program televisi pun menjadi mimbar yang dibutuhkan seluruh keluarga. Bukan sebaliknya: digelisahkan dan dihujat keluarga.

Yang harus dicatat, beberapa program popular cenderung semakin vulgar dan seronok alias kecerdasan kreatifnya menipis. Lihat, misalnya, program penuh olok-olok dengan laki-laki berpakaian wanita yang seronok.

Simak berbagai berita penuh kekerasan. Banyak yang ditampilkan jauh dari nilai jurnalisme damai, bahkan tak peduli dampaknya pada anak-anak.

Wajah paradoks

Industri kreatif televisi kini telanjur berada dalam kompetisi yang tidak sehat. Pertama, karena industri yang tumbuh karbitan dengan nilai investasi yang besar—setahun saja sebuah stasiun mengeluarkan dua-tiga ratus miliar untuk belanja program—melahirkan etos kerja "modal cepat balik".

Kedua, jumlah stasiun televisi berskala nasional yang belasan jumlahnya, melebihi kebutuhan masyarakat. Ketiga, jumlah sumber daya yang terampil sangatlah sedikit.

Keempat, tekanan rating ditanggapi dengan jalan pintas, yakni menjual kemasan bersifat fisik, vulgar, dangkal, kekerasan, dan materialistik. Akibatnya, kesuksesan industri televisi bukan lagi berdasar penghormatan pada profesionalisme.

Akibat lebih jauh, kemewahan televisi berbanding terbalik dengan realitas masyarakatnya.

Pada galibnya, televisi sesungguhnya menjadi cermin bagi bangsa dan wajah keluarga yang ada di dalamnya. Namun, yang ada kini adalah wajah yang paradoks. Di satu sisi ia penuh simbol religius, di sisi lain ia mewah, vulgar, materialistik, dan penuh kekerasan. Di satu sisi terbuka dan demokratis, namun di sisi lain kehilangan etika bahkan esensi demokrasi itu sendiri. Di satu sisi memiliki lompatan kemajuan yang cerdas, tetapi isinya banyak yang dangkal.

Bila paradoks dan kompetisi tidak sehat di atas terus berlanjut, televisi tampaknya akan kehilangan peran terbesarnya sebagai mimbar keluarga. Pada akhirnya, televisi pun kehilangan perannya sebagai agen pembentukan karakter bangsa, yang antara lain kosmopolit sebagaimana karakter wahana itu sendiri. Tentu hal ini tidak kita inginkan.

Garin Nugroho Direktur Yayasan Sains Estetika Teknologi; Sutradara; dan Pengamat Komunikasi Budaya

15 Mei 2008

Menepis Isu Dramatisasi Indonesian Idol

suarapembaruan 15/5/2008 - Panitia "Indonesia Idol" membantah isu dramatisasi sebagai daya tarik tayangan adu bakat tersebut. Tidak ada skenario untuk mendramatisasi perjalanan masing-masing kontestan di Indonesian Idol 2008. Pihak panitia tidak pernah memberikan pengarahan kepada kontestan untuk merespons dengan tujuan menarik simpati masyarakat. Suatu hal yang alami, jika terlihat kontestan menangis pada saat show karena secara otomatis terlibat emosinya.

Hal itu disampaikan oleh Project Director Indonesian Idol Daniel Hartono, Rabu (14/5), di Jakarta. Unsur dramatisasi yang ada pada acara tersebut bukan hasil pengaturan dari RCTIFreemantle untuk meningkatkan perhatian penonton. Menurutnya keharuan tersebut terjadi secara alamiah karena adanya tekanan untuk tampil maksimal yang dirasakan oleh setiap kontestan. Itulah "bumbu penyedap" dari konsep acara music reality show ujarnya. maupun

Sementara itu, Project Leader Indonesian Idol Yogi Hartato mengatakan Indonesian Idol lebih mengedepankan kualitas peserta, kemasan acara, dan pemilihan lagu yang tepat, bukan hal-hal dramatis seperti itu. Ia mengatakan kualitas kontestan pada ajang tahun 2008 ini lebih baik dari acara sebelumnya, terutama mereka yang berhasil lolos ke 12 besar. Kontestan mempunyai karakter berwarna yang unik dan berkualitas suaranya.

Demi peningkatan penampilan kontestan, ucapnya, pihak panitia telah menyiapkan pelatih olah vokal, koreografi, public speaking, dan menghadirkan psikolog. Lewat program latihan seperti itu, katanya, diharapkan setiap peserta dapat memanfaatkannya sebaik mungkin. Mengingat mereka harus memberikan penampilan terbaiknya di babak spektakuler yang menggunakan live performance.

Terkait dengan materi public speaking pada materi pelatihan, Yogi mengatakan hal itu dimaksudkan agar kontestan lebih komunikatif dalam menjawab pertanyaan juri. Lewat materi tersebut, katanya, setiap peserta harus mampu meramu perkataan yang baik untuk diucapkan dalam waktu yang singkat saat show.

"Walau baru dua sesi yang diberikan, saya yakin mereka mampu mengucapkan jawaban yang cerdas, tutur Yogi. [RRS/U-5]

13 Mei 2008

Mencari Idola 2008

Sebelum naik panggung, para kontestan akan tampil terlebih dulu di depan para wartawan.

Ajang Indonesian Idol 2008 mulai memasuki babak yang mendebarkan yakni babak Spektakuler. Sebanyak 12 kontestan akan bersaing menyajikan penampilan terbaiknya untuk dapat menjadi Idola Indonesia tahun ini. Kontes babak yang mendebarkan ini akan disiarkan langsung dari Balai Sarbini Jakarta mulai Jumat (16/5) pukul 20.00 WIB

''Indonesian Idol memasuki babak Spektakuler Show. 12 finalis sudah terpilih dari 114.644 pendaftar di tahun ini dan siap bertarung di atas panggung menunjukkan penampilan terbaiknya untuk bersaing menjadi Idola Indonesia,'' ujar Pudji Pramono, humas RCTI.

Dalam aksi panggung nanti, kata Pudji, ke-12 finalis akan beraksi di atas pentas sebelum tampil di babak Spektakuler Show bersama para dewan juri,

Para kontestan yang akan bertarung di babak ini adalah Dyna Fransisca (Palembang), Gisella Anastasia (Surabaya), Safira Rachma Rizkika (Madiun), Dela Setia Kusumawati (Jakarta), Thefanie Florina (Malang), dan Dede Richo (Medan). Selanjutnya, Januarisman (Jakarta), Kunto Aji Wibisono (Yogyakarta), Patudu Syammayim H.M (Tegal), Obet J R Habibu (Ambon), Elizabeth Putri Estrya (Bandung), dan Jandri Fenly Makaruwung (Manado).

Ibeth dan Andy masuk 12 besar setelah berhasil lolos dari babak Wild Card dengan menyingkirkan Yuka Kharisma (Medan) dan Indra Cipta Gunadhi (Yogyakarta). ''Aku senang banget bisa melaju ke babak Spektakuler,'' kata Ibeth. Hal yang sama juga diutarakan Andy, ''Yang jelas aku senang sekali serta bersyukur pada Tuhan dan semuanya yang sudah mendukung aku,'' kata Andy.

Keberhasilan ke-12 kontestan tersebut tidaklah terlalu banyak meleset dari prediksi juri dan komentator yang terdiri dari Titi Dj, Anang Hermasyah, dan Indra Lesmana. ''Kualitas 12 kontestan saat ini saya jamin tidak kalah dengan American Idol,'' ujar Indra Lesmana.

Indra mengaku memperhatikan satu per satu bakat dan karakter para peserta. ''Bakat mereka sangat bagus. Yang penting mereka harus bisa memperbaiki kualitas penampilan mereka dan bisa memanage talenta dengan baik,'' kata Indra menyarankan. ''Kami para juri sudah tidak sabar menunggu bagaimana penampilan peserta saat tampil di babak Spektakuler nanti,'' ujar Titi DJ menambahkan.

Pilihan pemirsa
Namun, meski para juri memberikan nilai lebih pada masing-masing kontestan, tetapi yang menentukan siapa yang bakal lolos ke langkah selanjutnya adalah mesyarakat Indonesia lewat SMS. ''Semua kontestan yang lolos dan yang akan menjadi idola Indonesia adalah masyarakat Indonesia yang menentukan,'' papar Daniel Hartono, project director Indonesian Idol 2008.

Ia mengatakan ke-12 kontestan ini bisa menjadi yang terbaik dari sebelumnya, karena masing-masing peserta punya keunggulan yang menakjubkan. ''Mereka sangat kompetitif. 12 kontestan yang maju ke babak Spektakuler ini adalah sudah merupakan pilihan terbaik dari yang terbaik, '' ujar Daniel.

Saat ini para kontestan tersebut mengikuti masa training. Mereka akan terus dilatih baik dalam bidang vokal maupun bidang-bidang lain yang akan menunjang penampilan mereka di atas panggung.

Untuk olah vokal, kata Daniel, akan ditangani oleh Bornok Hutauruk, sementara Tony dan Ferdy memberikan pelatihan menyangkut song interpretation dan koreografi. Dan, ada juga Reza yang melatih mind and body psikoterapi. ''Semuanya ini diharapkan bisa membantu para kontestan dalam menampilkan kemampuan mereka dengan maksimal ketika berada di atas panggung,'' tutur Daniel.

Karena suara yang bagus saja, lanjut dia, bukan jaminan penampilan akan baik jika tidak dikombinasi dengan penguasaan panggung. Dan, yang tak kalah penting adalah mental yang siap sebelum naik dan mulai tampil. ruz

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=333818&kat_id=383

08 Mei 2008

KDI 5 Optimalkan Musik Dangdut











Sejumlah kontestan ajang pencarian bakat penyanyi dangdut "Kontes Dangdut TPI" kelima dari berbagai daerah di Indonesia hadir pada jumpa pers di Jakarta, Rabu (7/5). sp/ignatius liliek

[JAKARTA] Melalui Kontes Dangdut TPI ke lima (KDI 5), pihak PT Cipta TPI (TPI) berusaha untuk mengoptimalkan musik dangdut agar tidak dianggap musik pinggiran yang hanya dinikmati oleh rakyat jelata. Berdasarkan usaha itu, musik dangdut menjadi elegan dan berbobot.

"Setiap kontestan harus memaksimalkan kesempatan kali ini untuk menunjukkan penampilan terbaiknya. Untuk itu, mereka perlu mempersiapkan diri sebaik-baiknya," kata Direktur Utama TPI Sang Nyoman Suwisma, pada acara peluncuran KDI 5, Rabu (7/5), di Jakarta.

Selain itu ujarnya, para kontestan tidak boleh berhenti berprestasi jika nanti tersisih dari kontes dangdut itu. Mereka ucapnya, harus tetap mengabdi dan berkarya lewat musik dangdut. Mereka juga harus saling mendukung dan mempererat hubungan pertemanan dengan sesama kontestan. KDI 5 telah memasuki babak final. Sebanyak 28 Kontestan yang terpilih untuk tampil di babak tersebut, merupakan hasil seleksi dari 22 kota di seluruh Nusantara. Mereka berhasil melalui tahapan Gerbang KDI 5 yang diikuti oleh 60 peserta audisi yang berasal dari 26 kota.

Selama karantina, seluruh kontestan itu mendapatkan pelajaran dan pelatihan yang disampaikan melalui sekolah KDI. Ditambah dengan aturan-aturan yang ketat, mereka diberikan latihan olah suara, koreografi, dan pengembangan karakter.

"Materi yang diberikan, seperti pembangunan karakter, latihan vokal dan stage act, pembentukan kepribadian, dan koreografi. Untuk menunjang para kontestan sehingga mampu menampilkan penampilan terbaiknya," kata General Manager Produksi TPI Syahreza Yusuf.

Hal itu untuk menghasilkan penyanyi dangdut yang berkarakter sesuai dengan visi dan misi KDI itu sendiri. Jadi katanya, kontestan pemenang KDI adalah penyanyi yang istimewa, berkarakter kuat, vokal berkualitas, berperilaku sesuai norma dan tidak bermental plagiat. Mereka harus menjunjung tinggi nama KDI, TPI, dan musik dangdut.

Menurutnya, program KDI 5 menjadi yang tersulit bagi pesertanya karena mereka diberikan pekerjaan rumah untuk belajar lagu-lagu baru yang ditampilkan pada saat kontes. Mereka juga harus mempelajari gerakan-gerakan yang sesuai dengan lagu yang akan dibawakan.

Para kontestan menyadari pentingnya penguasaan materi dari sekolah KDI. Jika materi dapat dikuasai, mungkin mereka dapat menyuguhkan penampilan yang baik pula. Penonton akan menghargai setiap kontestan yang berhasil memikat mereka dengan menyumbangkan suaranya lewat pengiriman SMS.

"Meskipun saya dan kontestan lain belum tentu lanjut di KDI, tetapi kita sudah memiliki pondasi kuat sebagai penyanyi berkat latihan-latihan di sekolah KDI.," ujar Nelvi, kontestan dari Bandung. [RRS/N-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/05/08/index.html

07 Mei 2008

Mamamia Show, Nini dan Mama Dewi Tersingkir

dok.indosiarNini Putri

[JAKARTA] Tampaknya Dewi Fortuna belum berpihak pada pasangan Nini dan Mama Dewi, kontestan Mamamia Show. Mereka tersingkir dari ajang adu bakat menyanyi tersebut, Jumat (2/5). Meskipun penampilannya cukup bagus, Nini Putri harus menerima kenyataan, tersingkir dari ajang tersebut pada Jumat malam.

Sebelumnya, komentator yang terdiri dari Helmi Yahya, Tompi, Arzeti Bilbina, dan Pinkan Mambo mengumumkan tiga peserta yang masuk di zona kritis, yaitu Nini, Febi, dan Dio. Dari tiga kontestan yaitu Williana, Feby dan Vanie, Arzetti Bilbina memilih Feby untuk masuk zona kritis. Maria, Vanya dan Via berhasil menghindari zona kritis berkat keputusan Pinkan Mambo yang tidak memilih mereka masuk ke dalam zona itu.

Setelah dipilih oleh Tompi, Nini akhirnya bergabung ke zona kritis dan kedua peserta lain, yakni Brenda dan Dara, berhasil lolos dari zona maut tersebut. Terakhir, Helmy Yahya yang meloloskan Fira dan Muti, memasukkan nama Dio ke zona kritis.

Para mama dari ketiga kontestan yang masuk dalam zona kritis harus berjuang dengan menjawab pertanyaan yang diajukan sehingga menggugah juri votelock. Dari beberapa pertanyaan yang diajukan, paling menarik bagaimana reaksi dari masing-masing mama ketiga kontestan itu, jika anak mereka ditawari membuat album. Padahal para mama di ajang itu telah berjanji untuk selalu tampil bareng.

Menjawab pertanyaan tersebut, Mama Dewi (ibunda Nini), dengan tegas akan menolak permintaan tersebut karena sahabat adalah yang terpenting. Kemudian ibunda Dio, Mama Oky menyatakan pasti akan ada kesempatan kesempatan bagi Dio dan teman-teman di Mamamia mendapatkan tawaran seperti itu. Mama Ratna memberikan jawaban yang agak berbeda. Jika ada tawaran pembuatan album, ia siap memperjuangkan agar Febi dan sahabatnya di Mamamia memperoleh kontrak rekaman tersebut.

Setelah penghitungan suara yang ketat, Dio dan Mama Oki berhasil mengumpulkan nilai 82 suara, kemudian Febi dan Mama Ratna mengumpulkan 67 suara. Meskipun Nini berpenampilan cukup bagus, namun ia harus menerima kenyataan tersingkir dari ajang adu bakat menyanyi itu. Nini dan Mama Dewi hanya meraih nilai 63. Nilai tersebut merupakan nilai terkecil di antara peserta lain yang berada di zona kritis.

Kontestan kelahiran 28 Februari 1991 itu terlihat lebih tegar selesai acara. Mama Dewi juga tidak terlalu kecewa melihat putrinya tereksekusi, ia malah bersukur dan bangga kepada putrinya atas prestasi yang berhasil diraihnya. Kekalahan tersebut, menurutnya, merupakan pelajaran yang berguna untuk menambah pengalaman hidup anaknya itu. [RRS/N-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/05/07/index.html

03 Mei 2008

MENONTON INDONESIAN IDOL RCTI


Image






Peserta kontes kecantikan Miss Indonesia menyaksikan babak workshop Male Indonesian Idol yang sedang bertarung menuju babak spektakuler di Studio I RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta tadi malam. - Sindo 4/5/2008

Pentas Idola Cilik Munculkan Kejutan

Prestasi yang selama ini diraih kontestan bukan ukuran untuk bisa lolos ke babak selanjutnya.

Kejutan terus terjadi dalam pentas Idola Cilik. Kali ini menimpa Alyssa Saufika Umari atau Ify yang diunggulkan penonton dan komentator, tapi justru tesingkir pada pentas pencarian bakat menyanyi bagi anak-anak ini, pekan ini.

Hal itu membuat Ify yang membawakan lagu Berdua Lebih Baik menangis dan merasa kecewa. Ify, anak berusia 11 tahun yang juga pintar bermain piano dan perkusi etnik ini mendapatkan rapor merah dengan hasil akhir perolehan SMS terendah, yakni 4,4 persen.

''Tapi, aku merasa bahagia karena dapat tampil dalam acara ini dan bertahan hingga masuk ke 12 besar yang membuat kedua orang tua dan keluarga bangga,'' ujar Ify. Menurut para komentator, Duta (SO7), Winda Viska Ria, Dave Hendrik, dan Mama Ira (Ira Maya Sopha), Ify memiliki bakat menyanyi yang luar biasa.

Ify yang mendapat penghargaan dalam Story Telling ini juga pernah tampil di RCTI serta menyanyi bersama Sadao Watanabe di Java Jazz 2007. Selain itu, remaja ini juga berprestasi di sekolahnya sebagai Juara Nasyid, Juara Menari Melayu di kelas III dan pemenang Lomba Mencari Kata di Indeks Ensiklopedia.

''Ify kamulah bibit anak bangsa yang dapat menjadi kebanggaan,'' kata Ira. ''Jangan sedih ya, prestasi bernyanyi kamu tidak akan berhenti sampai di sini saja. Mudah-mudahan nanti ada kesempatan lain yang lebih baik buat kamu,'' sambung Winda.

Dengan tersingkirnya Ify, maka Idola Cilik yang dipandu Okky Lukman, kini menyisahkan 11 peserta untuk kembali bersaing pada pentas lanjutan yang disiarkan langsung RCTI pada Ahad (4/5), pukul 13.00 WIB.

11 peserta yang akan bersaing kembali adalah Siti Nur Qumaria (Surabaya), Septian Putra Manuel (Surabaya), Silvi Azizah (Jakarta), Nur Wahid Hidayat (Surabaya), Gabriel Steven Damanik (Batam), Fauzia Irva (Bandung), Ashilla Zahrantiara (Banten), Zahra Damarvia (Jakarta), Goldi (Malang), Angel (Jakarta), dan Rizky P Egetan (Manado).

Tayangan favorit
''Pesaingan bakal semakin memanas,'' kata Hafni S Damayanti, humas RCTI. Peserta yang tersisa saat ini, kata dia, memiliki kemampuan yang hampir sama. Cukup sulit memprediksi siapa yang kemudian akan tersisih.

Program reality show ini, menurut Hafni, kini menjadi tontonan yang dinanti-nantikan pemirsa keluarga. Karena itu pihaknya pun berusaha mengemasnya dengan baik, menghibur, dan tentu untuk memotivasi anak-anak atau remaja yang ingin menjadi penyanyi.

Idola Cilik dengan slogan 'Idola semua idola' ini mampu menarik perhatian pemirsa dari berbagai kalangan. Hal ini terbukti dari riset AC Nielsen yang mencatat bahwa rating acara ini cukup bagus, yakni 25 poin dan share di atas 30 persen.

''Kami tidak menyangka Idola Cilik menjadi tontonan favorit pemirsa. Tidak hanya rating yang didapat, tapi juga banyaknya surat pemirsa yang mendukung acara ini,'' ungkap Hafni.

Idola Cilik merupakan program pencarian bakat menyanyi untuk anak-anak berusia 7-12 tahun. Program ini, kata dia sebagai upaya menggali bakat menyanyi anak-anak yang selama ini terpendam, karena tidak adanya kompetisi nyanyi atau minimnya kesempatan untuk bisa tampil di depan publik. (ruz ) - Republika, 3-5-2008

02 Mei 2008

Acara "Sebuah Kejujuran" Trans7, Hitam Putih Kepolisian * Mengisahkan kejujuran dalam reformasi kepolisian.

Jumat, 02 Mei 2008, Republika - Teguh, pemuda tampan memiliki keteguhan hati yang luar biasa. Langkahnya lurus, kendatai banyak rintangan menghadang. Keseharian pria berusia 23 tahun ini diisi dengan bermain sepak bola dan menekuni seni barongsai.

Setelah meraih gelar sarjana, Teguh berkeinginan masuk Akademi Polisi (Akpol). Namun, tekad itu mendapat rintangan terutama dari pihak keluarga yang menginginkan pria ini segera menikah dengan kekasihnya bernama, Ratih. Selain itu terjadi pergulatan batin, tak kala ada tawaran untuk menjadi seorang pemain sepak bola profesional.

Tapi, Teguh akhirnya mengambil langkah menjadi Taruna Akpol. Sebuah pilihan yang tak kalah banyak rintangan dan cobaan. Banar saja, belum apa-apa Teguh sudah dihadapapkan dengan isu percaloan sat penerimaan anggota baru Polri. Banyak pihak beranggapan bahwa tanpa dukungan biaya yang besar sulit sekali seseorang bisa diterima masuk sekolah calon bintara Polri apalagi Akpol.

Praktik-praktik percaloan penerimaan anggota baru Polri dan hitam putih kehidupan seorang polisi tesebut diangkat ke layar kaca lewat sinetron bertajuk Sebuah Kejujuran. Sinetron semidokumenter produksi kerja sama Divisi Humas Mabes Polri dengan PT Tridaya Mitra Utama ini akan menjumpai pemirsa lewat Trans7, mulai Senin (5/5) setiap pukul 09.00 WIB. Tontonan berdurasi 60 menit ini diproduksi sebanyak 52 episode.

''Ide ceritanya diangkat dari kepedulian kita sebagai masyarakat yang tidak bisa lepas dari sistem hukum dan aturan lainnya. Kita menginginkan hukum dapat menjadi panglima dalam bernegara,'' tutur produser Sebuah Kejujuran, Edhi Niam Wakhidi.

Sinetron ini telah rampung diproduksi sebanyak 13 episode dan dibintangi, antara lain Adam Alatas (Teguh), Sarah Astriani (Ratih), dan Oyin Aisyah (Wulan). Beberapa taruna Akpol juga dilibatkan sebagai pemain untuk mendukung serial ini.

Edhi menambahkan selain menghibur, tontonan ini mengandung pesan-peson moral dan edukasi serta pencerahan terhadap pemirsa. Pengemasannya yang dilakukan secara apik dan ditambah dengan cerita yang lumayan menarik menjadikan Sebuah Kejujuran akan bisa bersaing dengan sinetron lainnya yang tayang di slot prime time. ''Sinetron ini dapat membangkitkan optimistis dan tidak membuat masyarakat menjadi pesimis,'' paparnya.

''Sebuah Kejujuan ini memberikan sesuatu tontonan yang berbeda. Perbedaan yang dimaksud adalah keseriusan dalam menjawab keinginan masyarakat yang sangat merindukan tayangan-tayangan yang informatif dan edukatif,'' kata Linda Fitriesti, humas Trans7 menambahkan. Menurut dia, sebuah karya seni yang berkualitas tentu diminati para pemirsa. Untuk itu pihaknya berharap agar sinetron ini bisa menjadi pilihan utama untuk ditotonan.

Reformiasi Polisi
Irjen Sisno Aniwinoto, penanggung jawab Sebuah Kejujuran, mengatakan sinetron ini menyajikan sesuatu yang baru dan memberikan inspirasi bagi pemirsa untuk maju dan berpikir positif, tanpa membodohi. Sinetron ini mencerminkan optimisme kebangsaan sebagai bangsa Indonesia yang utuh, merdeka, berahklak, realistis, berbudaya, serta mempunyai jati diri. ''Dengan memberikan fungsi edukasi diharapkan mampu mencerdaskan masyarakat serta meningkatkan produktivitasnya,'' papar mantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri yang kini menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Selatan.

Menurut Sisno dengan mengetengahkan hitam putih kehidupan anggota polisi masyarakat akan melihat bahwa memang telah terjadi reformasi di tubuh Polri. Reformasi yang digambarkan dalam sinetron ini, kata dia, kelak akan mengarah pada perbaikan kinerja dan citra polisi secara keseluruhan.

Irjen Abubakar Nataprawira, kepala Divisi Humas Mabes Polri mengungkapkan sinetron ini merupakan sebuah kejujuran Polri dalam melakukan upaya pembenahan di tubuh Polri. ''Tindakan dan koreksi terhadap prilaku oknum anggota Polri yang melanggar hukum telah dilakukan, bukan hanya tingkatan terendah tapi juga perwira menengah sampai perwira tinggi,'' ujar mantan Kapolwil Bogor ini. ruz