Tampilkan postingan dengan label awards. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label awards. Tampilkan semua postingan

29 Juni 2008

Beasiswa Film Rp 930 Juta - Salah Satu Hadiah Miss Universe 2008

HA LONG - Delapan puluh finalis Miss Universe 2008 mengunjungi Provinsi Quang Ninh di timur laut. Provinsi tersebut terkenal dengan Teluk Ha Long yang dianggap sebagai satu di antara tujuh keajaiban dunia. Di tempat itu, para ratu kecantikan tersebut menghadiri acara makan malam gala di tepi pantai bersama sejumlah pengusaha Vietnam.

Mereka juga saling bertukar suvenir. Suvenir itu banyak yang dilelang untuk menggalang dana bagi program beasiswa Nguyen Thai Binh yang digagas harian Thanh Nien.

Dikutip dari http://www.globalbeauties.com kemarin (29/6), pemenang Miss Universe 2008 bakal mendapatkan berbagai hadiah istimewa. Selain tiara rancangan Dang Thi Kim Lien dan Rosalina Lydster dari CAO Fine Jewelry, selama setahun, pemenang kontes kecantikan dunia itu akan mendapatkan gaji tetap.

Pemenang juga membawa pulang sepasang sepatu cantik dari Nina Footwear, seperangkat produk perawatan rambut dari Farouk Systems, dan sebuah swimsuit dari BSC Swimwear Thailand.

Tidak hanya itu, sebuah apartemen sudah disediakan di New York, Amerika Serikat (AS), beserta biaya hidup selama di sana. Selama menetap di New York, pemenang mendapatkan beasiswa dari NY Film Academy yang bermarkas New York. Beasiswa selama dua tahun tersebut bernilai lebih dari USD 100 ribu (sekitar Rp 930 juta). Di samping itu, pemenang berhak mendapatkan modeling portofolio dari fotografer fashion ternama di New York, Fadil Berisha.

Koleksi gaun-gaun malam Scala rancangan Sherri Hill dan koleksi lengkap denim dari YM Jeanswear pun bakal dimiliki pemenang kontes ratu sejagat tersebut. - jawa pos 30 juni 2008

26 Mei 2008

Kompas.com Meraih Cakram Award

KOMPAS/EDDY HASBY / Kompas Images
Megaportal Kompas.com
Kompas, Minggu, 25 Mei 2008 

Jakarta, Kompas - Megaportal Kompas.com meraih Penghargaan Cakram (Cakram Award) dalam kategori perusahaan pengelola portal berita. Kompas.com mengungguli Detik.com dan Okezone.com.

Pemberian penghargaan tahun ke-10 oleh majalah Cakram ini mengusung tema "Breakthrough: Break the Mediocrity" dan berlangsung di Kafe Segara, Pantai Karnaval Ancol, Jakarta, Sabtu (24/5) malam. Penghargaan diterimakan oleh Manajer Bisnis Kompas.com Edi Taslim.

"Breakthrough adalah magic word yang menggerakkan seluruh perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ini," kata Ketua Panitia Cakram Award Adji Dharmoyo.

Nilai-nilai yang terkandung di dalam breakthrough ini adalah semangat untuk lebih unggul dibandingkan yang lain, kreativitas, efektivitas, daya juang, keunikan, kejelian membaca peluang, dan kemampuan mengimplementasikan ide menjadi kerja atau produk nyata.

Ada berbagai kategori penghargaan yang diberikan pada Cakram Award ini, yakni kategori perusahaan, kategori karya, dan kategori individu.

Biro iklan terbaik (kategori perusahaan), yakni jenis penghargaan yang paling ditunggu- tunggu dalam acara pemberian Penghargaan Cakram itu, diraih biro ikan JWT Indonesia—salah satu agen ternama—yang mengungguli Ogilvy dan Macs909.

Sementara Seputar Indonesia keluar sebagai pemenang Cakram Award kategori pengelola surat kabar, mengungguli harian Kompas dan Jawa Pos.

Pada acara penganugerahan itu, Indra Abidin pendiri dan Direktur Utama Fortune PR meraih Lifetime Achievement Award.

Menurut panitia, sebelum menentukan para penerima award, tema breakthrough sudah dijelaskan lebih dulu secara gamblang kepada responden pada saat mereka diminta mengisi kuesioner untuk memilih para nominasi.

Lalu, pada saat nominasi telah diperoleh, juri pun diajak menjadikan tema ini sebagai kriteria utama dalam memilih pemenang.

Cakram adalah majalah periklanan, promosi, dan kehumasan. Pemberian penghargaan ini khusus bagi pelaku industri komunikasi pemasaran di Tanah Air dan dilakukan pertama kali pada 26 Februari 1999. (vik)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/05/25/01294023/kompas.com.meraih.cakram.award

SCTV Music Awards: Sepenggal Tahun untuk Ungu

KOMPAS/JIMMY S HARIANTO / Kompas Images
Ungu mendapat tiga penghargaan di SCTV Music Awards 2008.
Kompas, Minggu, 25 Mei 2008

Jimmy S Harianto

Grup musik patah tumbuh hilang berganti. Namun, sampai sepenggal tahun 2008, grup musik Ungu sepertinya masih mampu mempertahankan popularitasnya. Ini, di antaranya, dibuktikan dengan mengalirnya sejumlah penghargaan terhadap prestasi Pasha, Enda, Makki, Rowman, dan Oncy, baik di pentas maupun di rekaman, sepanjang tahun.

"Tahun lalu, ketika kami mendapat penghargaan dan dikatakan bahwa tahun ini (2007) adalah tahun Ungu, kami pun bertanya-tanya, apakah tahun depan masih tahun Ungu ya? Maka kami bersyukur tahun ini masih mendapat penghargaan," ujar Pasha setelah mendapat tiga penghargaan pada kesempatan SCTV Music Awards di Jakarta, Jumat (23/5) malam.

Meski namanya hanya sewarna, Ungu, ternyata prestasinya berwarna-warni, dari kesuksesan lagu-lagu rekaman mereka yang pop, rock, (lebih tepatnya, melancholy pop rock...) sampai popularitasnya yang meroket melalui lagu-lagu mereka yang dipakai untuk soundtrack sinetron televisi maupun film.

Suara khas Pasha (28) yang lantang tanpa vibrasi dan tanpa head-voice (suara kepala) meski pada nada-nada tinggi sekalipun—dipadu dengan lagu-lagu ciptaan mereka yang pas untuk mereka bawakan sendiri—menjadi modal utama pendorong popularitas mereka. Di samping juga, tentunya, exposure yang dilakukan oleh media televisi ataupun promotor pertunjukan untuk ratusan konser Ungu di berbagai penjuru Indonesia.

Sederet penghargaan memang hanya salah satu indikator. Misalnya, di ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards yang digelar RCTI medio April lalu. Melalui lagunya, "Kekasih Gelapku", Ungu mendapat penghargaan sebagai Duo/Kolaborasi/Grup Terbaik. Juga album Surgamu menjadi Album Terbaik. "Andai Kutahu" juga dapat penghargaan sebagai Karya Produksi Terbaik versi AMI.

Atau, di SCTV Musik Awards hari Jumat lalu. Ungu juga dapat tiga penghargaan, "Untukmu Selamanya" dipilih sebagai Album Pop dan Pop Rock Duo/Grup Paling Ngetop. Sementara "Di Sini Untukmu" yang merupakan ilustrasi musik di film Coklat Strawberry dapat penghargaan khusus Album Original Soundtrack Paling Ngetop. Dan lagu "Cinta dalam Hati" sebagai Videoklip Paling Ngetop.

Jika direntang lagi sampai tahun silam, untuk arena yang sama, SCTV Music Awards 2007, Ungu juga menyabet kategori yang sama dengan di AMI maupun SCTV tahun ini, yakni Album Pop Rock/Duo/Grup Paling Ngetop melalui "Tercipta Untukku". (Ungu bahkan masih mendapat penghargaan khusus untuk album religi, Andai Kutahu. Lagu ini juga dapat penghargaan lagi sebagai Lagu Paling Ngetop saat itu).

Jika ajang penghargaan menjadi salah satu ukuran, maka popularitas Ungu tahun ini "direcoki" oleh munculnya Ahmad Dhani—pentolan grup Dewa—yang mampu dapat penghargaan Lagu Paling Ngetop melalui "Munajat Cinta" yang dibawakan grupnya, The Rock. Grup The Rock, di SCTV Awards ini, bahkan dapat pula penghargaan sebagai Album Pendatang Baru Paling Ngetop.

Surutnya popularitas penyanyi-penyanyi solo bahkan hanya menyisakan penghargaan pada album self-title Gita Gutawa sebagai Album Pop Solo Paling Ngetop pada ajang ini.

Tak berlebihan memang jika tahun 2008 memang masih menjadi "tahun milik Ungu", seperti tahun lalu. Meluasnya popularitas Ungu ini sepertinya mengulang fenomena popularitas Sheila On 7 (sebelum 2003), Peterpan (2004-2005), serta Radja (2005-2006). Apakah masih akan berlanjut? Tentu saja waktu yang akan menjawabnya.

SCTV Music Award 2008 * Ungu, Paling Ngetop

Grup musik Ungu berhasil mendominasi perolehan penghargaan di ajang SCTV Music Awards 2008 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Jumat (23/5). Ungu berhasil memperoleh tiga penghargaan masing-masing untuk kategori Album Pop dan Pop Rock Duo/Grup Paling Terfavorit lewat album mereka "Untukmu Selamanya", kategori album Original Soundtrack (OST) Paling Terfavorit lewat lagu "Di Sini Untukmu" dalam film "Coklat Stroberi" Videoklip Paling Terfavorit lewat lagu "Cinta Dalam Hati". Abimanyu

Tahun 2008 sepertinya menjadi ta- hun kejayaan bagi band Ungu. Terbukti pada ajang SCTV Music Award 2008, band yang diusung Pasha (vokal), Makki (bas), Rowman (dram) serta Endah dan Onci (gitar) meraih penghargaan terbanyak yakni sebagai album soundtrack (Ost) terfavorit untuk album Coklat Strobery, Video Klip Terfavorit untuk klip lagu Cinta Dalam Hati sutradara Abimael Gandhi, dan album pop rock (Duo/Group) Terfavorit untuk album Untukmu Selamanya. Ungu menjadi band paling Ngetop versi pemirsa SCTV.

"Semoga ini menjadi motivasi bagi kami untuk menunjukkan yang terbaik di tahun-tahun yang akan datang," ucap Pasha saat menerima penghargaan Album Pop Rock (Duo/Group) Terfavorit, Jumat (23/5) malam di atas panggung Plenary Hall, Jakarta Convention Center.

Untuk kategori Album Pop Rock (Duo/Group) Terfavorit, Ungu menang atas album Don't Make Me Sad (dari Letto), Master Mister Ahmad Dhani 1 (The Rock), Sesuatu Yang Beda (Vagetoz) dan Hari Yang Cerah (Peterpan).

Sementara itu, untuk kategori Album Soundtrack (ost), Ungu menang atas Tentang Cinta dari Acha dan Irwansyah, Butterfly dari Melly dan Andhika, dan Get Married dari Slank. Demikian juga untuk Video Klip Terfavorit, Unu menyisihkan Hari Yang Cerah (Peterpan), Kehadiranmu (Vagetoz), Munajat Cinta (The Rock) dan Permintaan Hati (Letto). Semua kemenangan Ungu ini berdasarkan hasil polling pesan pendek yang digelar SCTV sejak 30 Maret hingga 13 Mei 2008 lalu. Artinya penghargaan yang dihasilkan ini berdasarkan selera masyarakat umum.

Tak heran jika pada kategori Album Pendatang Baru Terfavorit terjadi kejutan. Pemenang yang diumumkan pasangan Laudya Chintya Bella dan Chiko Jeriko untuk kategori ini adalah kelompok musik The Rock yang dimotori oleh Ahmad Dhani. The Rock mengalahkan grup The Changcuters, Andra & The Backbone, Vagetoz, Kangen Band dan Gita Gutawa. Sebelumnya menurut Bens Leo, panitia penyelenggara SCTV Music Award hal ini mungkin saja terjadi.

"Memang ada grup yang pentolannya adalah orang- orang lama di industri musik. Tetapi, karena mereka membawa nama baru, maka mereka patut masuk dalam kategori pendatang baru," jelasnya.

Bens juga menjelaskan, angka penjualan album dan musik digital mempengaruhi penilaian para nominasi. Hanya grup atau penyanyi yang berhasil menembus angka penjualan album 150.000 kopi yang dapat masuk nominasi. Hal ini juga menjelaskan bahwa dari sekian banyak pendatang baru hanya mereka ini yang masuk nominasi.

The Rock dengan lagu Munajat Cinta juga memenangi kategori Lagu Terfavorit mengalahkan lagu Cinta Dalam Hati (Ungu), Hari yang cerah Untuk Jiwa Yang Sepi (Peterpan), Disini Untukmu (Ungu), Kehadiranmu (Vagetoz).

Kejutan juga diterima penyanyi Gita Gutawa. Gadis cilik ini semakin menunjukkan eksistensinya sebagai penyanyi solo masa depan dengan meraih penghargaan Album Pop Solo Terfavorit untuk album self title. Putri pemusik Erwin Gutawa ini menyisihkan Ari Lasso (The Best of) dan Melly Goeslaw (Mind & Soul).

Kurangnya nominasi untuk penyanyi solo menunjukkan bahwa grup band memang masih merajai peta musik Indonesia. Malam itu, SCTV Music Award juga memberikan penghargaan khusus bagi Hits Maker kepada Dewiq.

"Saya bingung mau ngomong apa. Harusnya Pay yang berdiri di sini. Saya hanya Pay dalam kemasan mini," ucap Dewiq ketika menerima penghargaan itu dari Andrew dan Ardina Rasti.

Istri dari pemusik Pay itu merupakan pencipta lagu produktif, lagu ciptaannya diantaranya Klik yang dipopulerkan Ussy Sulistiawati yang juga tampil malam itu.

Lip-sync

Secara keseluruhan acara yang juga disiarkan secara langsung oleh SCTV ini terbilang sangat minimalis. Tak ada orkestra megah yang mengiringi para penyanyi atau atraksi panggung yang spektakuler. Semua terkesan sederhana. Para musisi yang tampil memberikan sajian yang nyaris sama dengan yang mereka tampilkan dalam video klip atau pertunjukan. Bahkan di awal acara beberapa penampil seperti grup The Changcuters, Andra & The Backbone dan Ran terlihat tampil lip-sync. Tentu kepentingan kualitas tayangan turut andil dalam hal ini. [W-10]

19 Mei 2008

Pendatang Baru Ramaikan Bursa SCTV Music Awards

Acara penghargaan ini diantarkan oleh dua pasang artis muda.

Perhelatan tahunan SCTV Music Award (SMA) kembali hadir. Dalam hajatan tahun ini, ajang ini menominasikan 21 musisi perorarangan ataupun grup untuk bersaing menjadi yang terbaik.

Stephanus Halim, vice president marketing SCTV, menjelaskan dalam SMS tahun ini pihaknya membuat sejumlah terobosan. ''Ada nominasi baru tetapi ada juga nominasi yang dihilangkan,'' kata dia di Jakarta, pekan lalu.

Nominasi baru yangg dihadirkan dalam ajang bertajuk Go Gadget ini adalah kategori Album Original Soundtrack (OST). Sedangkan nominasi yang tereliminasi kategori Album Religi dan Album Dangdut. ''Penghapusan dan penambahan kategori ini sebagai bentuk bahwa ajang ini berusaha untuk mengikuti perkembangan musik di Indonesia terkini,'' katanya menjelaskan.

Sementara itu Febry Muthia, produser eksekutif SCTV, menjelaskan ke-21 nominasi yang terdaftar di bursa SMA ini berasal dari data penjualan yang diberikan oleh pihak label recording. Untuk dapat masuk sebagai nominasi, ajang ini memberikan batasan minimal penjualan album sebesar 100 ribu kopi sepanjang tahun 2007. Dari acuan data tersebut, selanjutnya barulah dilakukan mekanisme people choice dengan bantuan SMS pemirsa.

''Dari hasil polling yang dilakukan pemirsa sejak 30 Maret hingga 13 Mei 2008 terkumpul sekitar tujuh ribuan SMS,'' kata Febry. ''Hasil pollng pilihan pemirsa itulah kemudian akan menentukan siapa musisi atau grup band yang berhak atas predikat Terfavorit tahun ini.''

Untuk acara puncak yang akan dihajat pada 23 Mei mendatang, Febry mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah kejutan bagi para pemirsa SCTV. Di antaranya, kada Febry, akan menghadirkan pesineton belia, Cinta Laura, sebagai pembawa acara sekaligus bernyanyi. ''Ini adalah hal baru bagi Cinta Laura dan para penggemarnya. Selain itu juga kita akan menghadirkan lagu baru,'' katanya.

Secara teknis, acara puncak SMA 2008 akan dipandu oleh empat orang artis. Dua di antaranya adalah pemandu program musik reguler di SCTV, yakni Andara Early dan Asty Ananta. Dua host lainnya adalah Cinta Laura dan Teuku Wisnu.

Artis penghibur
Sedangkan para pengisi acara yang akan memeriahkan puncak SMA, kata Febry, sebanyak 25 penampil. ''Jumlah penampil sebanyak itu bisa dibilang sudah mmenjadi representasi 70-80 persen penyanyi Indonesia,'' katanya.

Di antara para penampil yang sudah memastikan diri untuk hadir dalam malam pengumuman pemberian penghargaan itu adalah Ungu, Jikustik, Dewi-Dewi, dan Mulan Jameela. Ada pula aksi panggung Andra & The Backbone,, Gigi, Afgan, Kangen Band, RAN, Angkasa, Once, Nidji serta Bunga Citra Lestari dan Gita Gutawa.

Andika, vokalis Kangen Band, mengungkapkan perasaan gembiranya atas kesempatan yang diberikan dapat mengisi acara puncak dan masuk dalam daftar nominasi SMA 2008. ''Terus terang saya tidak menyangka bisa mendapat kesempatan ini, karena kami ini adalah pendatang baru dalam industri musik Indonesia,'' paparnya.

Ungkapan serupa juga disampaikan oleh salah satu vokalis RAN, Nino. Dia mengatakan dalam ajang SMA ini grupnya hanya tampil sebagai pengisi acara puncak saja. ''Kita tidak masuk dalam daftar nominasi. soalnya album kita tidak masuk dalam periodesasi yang digunakan dalam ajang ini,'' katanya. ''Tetapi walau bagaimanapun kami merasa sangat bangga bisa menjadi pengisi acara puncak SCTV Awards nanti serta semoga saja tahun depan kita bisa masuk menjadi nominasi,'' katanya berharap. (akb ) - ROL, 19/5/2008

17 Mei 2008

SCTV Music Awards 2008 - Tanpa Penyanyi Dangdut dan Album Religi










Dewi-dewi akan tampil memeriahkan ajang "SCTV Music Awards" 2008 yang akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Jumat (23/5). SP/Adi Marsiela

Suarapembaruan 17 Mei 2008 - Satu lagi ajang apresiasi bagi musisi Indonesia digelar. SCTV untuk keenam kalinya menyelenggarakan SCTV Music Award (SMA) 2008. Sama seperti yang sudah-sudah para pemenang ditentukan berdasarkan pooling pilihan pemirsa. Hanya saja, ada dua kategori yang hilang yaitu kategori Penyanyi Dangdut dan Album Religi.

"Tahun ini ada dua kategori yang ditiadakan yaitu kategori Penyanyi Dangdut dan Album Religi. Namun ada dua kategori baru yaitu kategori Album Original Soundtrack (Ost)," kata Vice President Marketing SCTV, Stephanus Halim dalam jumpa pers yang berlangsung Kamis (16/5) di Senayan City, Jakarta. Turut hadir Direktur Utama SCTV Fofo Sariaatmadja, dan ketua tim juri Bens Leo.

Perubahan itu karena syarat musisi untuk masuk nominasi adalah yang memiliki penjualan album lebih dari 150 ribu kopi sepanjang tahun 2007. "Pada tahun 2007 tidak ada penyanyi dangdut yang mencetak angka penjualan lebih dari 100 ribu kopi. Demikian juga dengan album religi," ungkap Bens.

Berangkat dari sana akhirnya panitia penyelenggara memutuskan untuk meniadakan kedua kategori tersebut dan menggantinya dengan kategori Album Ost yang sempat menjadi tren di tahun kemarin. Untuk kategori ini nominasinya adalah Ost Tentang Cinta dari Acha dan Irwansyah, Ost Butterfly dari Melly Goeslaw dan Andhika, dan Ost Get Married dari Slank, dan Ost Coklat Strobery dari Ungu.

Pada penyelenggaraan kali ini, panitia juga menghadirkan kategori Album Pop dan Pop Rock (Duo/Grup), Album Pop Solo, Album Pendatang Baru, serta Video Klip Paling Ngetop. Para pemenangnya ditentukan berdasarkan pemilihan yang disampaikan melalui pesan singkat (SMS) yang dilakukan pemirsa sejak 30 Maret hingga 13 Mei 2008. Menurut Bens, konsep pemilihan berdasar pooling ini pada dasarnya sama dengan yang dilakukan oleh ajang penghargaan lain seperti yang berlaku pada Anugerah Musik Indonesia dan Grammy Award di AS. "Di AMI selain juri lain, pemilihan pemenang juga ditentukan oleh anggota pemilih yang dianggap mewakili masyarakat umum. Hal serupa juga terjadi di Grammy," jelas Bens.

Lebih lanjut dia menjelaskan, standardisasi penilaian untuk ajang semacam ini sebenarnya hampir sama yaitu berdasarkan kriteria best selling dan artistik. Hanya saja, belakangan ini terjadi sebuah fenomena baru di industri musik yang mendunia. Yaitu terjadinya penurunan angka penjualan secara fisik yang drastis. Belakangan sejumlah ajang penghargaan musik mulai mengakomodasi hal itu dengan membuatkan kategori khusus. "Kategori ini merupakan fenomena baru di dunia musik," ujarnya.

Berangkat dari hal ini juga maka SMA 2008 memilih tema Go Gadget. Bahkan angka penjualan RBT menjadi komponen yang diperhitungkan dalam pemilihan musisi untuk masuk dalam nominasi SMA. "Data penjualan RBT yang kami peroleh sejak tahun 2006 terus mengalami peningkatan. Bahkan rata-rata penjualan RBT dari Januari 2007 mulai dari 100.000 hingga lebih dari 1 juta download," tambah Stephanus.

Penghargaan untuk para pemenang SMA 2008 akan diberikan pada Jumat (23/5) malam di Plenary Hall, Balai Sidang Jakarta, Jakarta. Acara tersebut akan dipandu oleh Andara Erly, Asti, dan juga Cinta Laura. Selain itu akan tampil Ungu, Jikustik, Dewi Dewi, Mulan Jameela, Andra & The Back Bone, Gigi, dan Afgan. [W-10]

21 April 2008

Nyanyi seperti Dapat Azab * Debut Perdana Deddy Mizwar

Jawa Pos, 22/4/2008  - Setelah malang melintang di dunia akting, untuk kali pertama, aktor senior Deddy Mizwar bernyanyi. Suara si Nagabonar itu mengalun lewat lagu Apa Kata Dunia yang berduet dengan pencipta lagunya, Melly Goeslaw. Juga, menyanyi solo dalam Melihat dengan Hati karya Eross "Sheila on 7".

Deddy mengakui sempat ragu untuk menjajal kemampuan vokalnya. Dia tidak yakin dan tidak percaya diri ketika harus menyanyi. "Azab apa yang Kau timpakan kepadaku," sahut dia ketika ditawari menyanyi oleh Lala Hamid, produser tembang tersebut.

Namun, Lala bergeming. Deddy dipilih karena memiliki suara tebal, berat, dan khas. Dia luluh setelah dijelaskan, di Hollywood pun, banyak film yang soundtrack-nya dinyanyikan sendiri oleh aktornya. Misalnya, Richard Gere yang menyanyikan soundtrack film Chicago. "Akhirnya, Pak Haji (Deddy, Red) mau," ucap Lala.

Memang, dua tembang perdana Deddy itu merupakan soundtrack film Nagabonar pertama. "Ide tersebut muncul sekitar satu setengah bulan lalu. Ketika itu, saya, Pak Haji, dan Kahfi Kurnia, promotor Nagabonar, ingin membuat soundtrack Nagabonar edisi pertama," terang Lala kemarin (21/4).

Pasalnya, ketika dirilis pada 1987, film yang dibintangi oleh Deddy tersebut memang belum memiliki original soundtrack. Sementara itu, Nagabonar akan kembali dirilis di bioskop pada 8 Mei 2008 untuk memeriahkan seratus tahun Kebangkitan Nasional. "Kami butuh soundtrack untuk promosi," tambah Khafi saat ditemui di acara peluncuran novel Lost in Love karya Rachmania Arunita dan Kenangan Abu-Abu oleh Winna Efendi di restoran Oasis, Jakarta, kemarin.

"Itu juga tidak lepas dari data yang kami dapatkan bahwa 70 persen penonton Nagabonar Jadi 2 belum pernah menonton Nagabonar pertama. Maka, kami merasa harus memutarnya lagi," ungkapnya.

Dua lagu tersebut akan rilis di radio-radio se-Indonesia mulai pekan depan. Master rekamannya baru tiba dari Australia kemarin setelah melewati proses mixing. Sedangkan Deddy masuk dapur rekaman dengan Melly tiga minggu lalu.

Lala menilai, ada dua hal penting dari film Nagabonar. Pertama, cinta Nagabonar kepada Kirana, istrinya. Lalu, cinta Nagabonar terhadap bangsa. "Untuk cinta kepada Kirana, kami pilih Melly Goeslaw sebagai jagoan bikin lagu cinta. Untuk lagu yang temanya nasionalis, kami pilih Eross. Sebab, setelah Gombloh (almarhum, Red), Eross adalah pencipta lagu bertema nasional yang hebat," terangnya. (gen/tia)

12 April 2008

Eagle Awards 2008 MetroTV

Kompetisi film dokumenter Eagle Awards Documentary Competition kembali digelar oleh stasiun televisi MetroTV. Tahun ini, program kompetisi, pelatihan, dan produksi film dokumenter itu mengambil tema "Hijau Indonesiaku".

Setiap peserta diharapkan dapat bersikap kritis dalam mengamati lingkungan masing-masing dan menuangkannya dalam bentuk film dokumenter. Syarat utamanya harus memiliki sudut pandang yang tegas dan mampu merangkai hubungan sebab akibat dalam tema besar tersebut, sehingga peserta tidak akan menampilkan cerita tentang lingkungan secara stereotip.

Rangkaian kegiatan Eagle Awards akan dimulai dengan road show ke empat kota di luar Jawa, yakni Denpasar, Makassar, Medan, dan Padang. Roadshow bertujuan untuk sosialisasi tema tahun ini dan menjadi sarana berbagi pengalaman dan belajar membuat proposal.

Peminat program ini tidak perlu mengirimkan film yang sudah jadi atau membuat format proposal sendiri. Calon peserta cukup mengunduh formulir dan template proposal di www.metrotvnews.com/eagle atau www.in-docs.com. Pendaftaran berlangsung pada 21 April-6 Juni 2008. Info lebih lanjut dan persyaratan lain dapat diakses di www.metrotvnews.com/eagle.

Sepuluh proposal terbaik akan mengikuti pitching forum di Jakarta, di hadapan Dewan Juri, akademisi, dan komunitas film dokumenter Indonesia. Lima tim yang terpilih akan menerima beasiswa, yang meliputi pelatihan pembuatan film dokumenter dan produksi film di daerah masing-masing sesuai proposal. (*/DHF)   KRONIK TELEVISI, Kompas, Minggu, 13 April 2008 | 01:02 WIB


02 April 2008

Tak Ada Piala buat Film Horor Di Indonesian Movie Awards 2008

Film Nagabonar Jadi 2 menguasai ajang penghargaan Indonesian Movie Awards 2008 yang dilangsungkan di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (28/3) malam. Tiga penghargaan utama diraih film, yang dinominasikan untuk lima kategori penghargaan itu.

Deddy Mizwar—yang juga bertindak sebagai sutradara film sekuel tersebut—meraih Piala Layar Emas (nama piala Indonesian Movie Awards) sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden M Jusuf Kalla, yang menyempatkan hadir pada malam puncak penganugerahan Indonesia Movie Awards (IMA) 2008.

Dua Piala Layar Emas lainnya diraih Nagabonar Jadi 2 untuk kategori Film Terfavorit dan Special Award: Peran yang Mencuri Perhatian untuk aktor Julian Kunto, yang berperan sebagai seorang polisi lalu lintas dalam film tersebut.

Tiga piala juga diraih film Radit dan Jani untuk kategori Pasangan Terbaik, Pasangan Terfavorit (dua kategori ini dimenangkan pasangan pemeran utama film itu, yakni Vino G Bastian dan Fahrani), dan Pemeran Utama Pria Terfavorit (Vino G Bastian).

Sementara film Quickie Express, yang diunggulkan di tujuh kategori, hanya membawa pulang dua Piala Layar Emas, yakni untuk Pemeran Pembantu Pria Terbaik (Tio Pakusadewo) dan Pendatang Baru Terfavorit (Sandra Dewi).

Tak ada horor

Satu hal yang menarik, tak ada satu pun film horor, yang sedang marak di pasar film nasional, masuk nominasi dalam ajang penghargaan bagi seni peran film layar lebar ini. Padahal, dari 40 judul film yang dinilai oleh dewan juri, seperempatnya adalah film ber-genre horor. ”Paling tidak ada 10 film horor yang masuk. Tetapi, inilah keputusan juri,” kata Ketua Komite IMA 2008 Indra Yudhistira yang dihubungi Kompas, Sabtu (29/8).

Film fenomenal Ayat-ayat Cinta juga tak masuk dalam daftar peraih penghargaan karena dirilis setelah bulan Januari. Menurut Indra, film-film yang masuk penilaian dewan juri IMA 2008 adalah film yang dirilis selama periode 1 Maret 2007 hingga 31 Januari 2008. Meski demikian, lagu Ayat-ayat Cinta yang dinyanyikan Rossa menjadi salah satu selingan hiburan pada malam penghargaan, yang disiarkan langsung oleh RCTI itu.

IMA digagas oleh stasiun televisi RCTI dan digelar pertama kali tahun lalu. Tahun ini, IMA dibagi dalam 14 kategori, terdiri atas 8 kategori terbaik (diputuskan oleh dewan juri) dan 6 kategori terfavorit (dipilih pemirsa melalui polling SMS). Dewan juri IMA 2008 adalah Niniek L Karim, Didi Petet, Ratna Riantiarno, Darwis Triadi, Arswendo Atmowiloto, Jajang C Noer, dan El Manik.

Meski bertajuk movie awards, IMA tak menyediakan penghargaan untuk kategori-kategori, seperti sutradara, skenario, atau sinematografi. ”Kami memang ingin lebih fokus pada seni peran, bukan pada hal-hal teknis,” imbuh Indra.

Selain proses penilaiannya menjadi tak terlalu rumit, penghargaan bagi para bintang film tentu saja lebih gampang dikemas sebagai acara hiburan. Bagaimanapun juga, ini adalah acara televisi. -- Dahono Fitrianto, Kompas, Minggu, 30 Maret 2008

25 Maret 2008

KPI Umumkan Lima Program Terbaik

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) bekerjasama menyelenggarakan KPI Award 2007. KPI Award 2007 ini memberikan penghargaan bagi lima program terbaik yang ditayangkan televisi sepanjang tahun 2007. Malam puncak penganugerahan KPI Award yang dilaksanakan di Crowne Plaza Hotel (18/3), juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Para juri KPI Award kali ini juga merupakan tokoh-tokoh yang ahli di bidangnya masing-masing. Juri kategori dokumenter adalah Ilham Bintang, Tedja Bayu, Slamet Rahardjo. Juri kategori sinetron lepas adalah Leila S. Chudori, Pinckey Triputra, Arswendo Atmowiloto. Selanjutnya, juri kaegori berita investigasi adalah Yopie Hidayat, Suryopratomo, Bambang Harimurti. Sedangkan kategori anak adalah Sunarto, Bobby Guntarto, Seto Mulyadi. Untuk kategori Talkshow, Sumita Tobing, Wimar Witoelar, Dedy N. Hidayat.

Para juri telah memilih pemenang dari program-program yang dikirim 11 stasiun TV yang bersiaran nasional. Dari hasil tersebut diambil tiga nominator untuk masing-masing kategori kecuali untuk kategori talkshow diambil empat nominator karena dua program memiliki nilai yang sama.

Pemenang untuk kategori anak adalah Surat Sahabat episode "Cerita dari Pagar Utara Indonesia" (Trans TV) dengan nominator lainnya After School (RCTI), dan Bocah Petualang episode "Bolang Perung Sumbawa" (Trans 7).

Pemenang untuk kategori dokumenter adalah Teropong episode "Jalanan, Pilihan Ekstrim Mereka" (Indosiar) dengan pesaing Jejak Petualang episode Masyarakat Pemburu Paus (Trans 7) dan Urban episode "Manusia Jembatan"(RCTI ).

Program terbaik kategori berita investigasi diraih Program Telisik episode "Bisnis Narkoba dalam Penjara" (ANTV) dengan nominator lain Redaksi Sore episode Investigasi Sapi Glonggongan (Trans 7) dan Reportase Investigasi episode "Kemana Larinya Daging Celeng Hasil Buruan?"(Trans TV).

ANTV kembali meraih status program terbaik untuk kategori talkshow dengan program Topik Kita episode "Aliran Sesat" dan Sinetron Lepas dengan program I-Sinema episode "Siapa Sayang Lila". Pesaing ANTV dalam kategori talkshow adalah Topik Minggu Ini episode Kontroversi Al Qiyadah (SCTV), Ramadhannya Farhan Episode 7 (ANTV), Today's Dialogue : Kaum Muda Siap Menantang (Metro TV).

Sedangkan pesaing ANTV untuk kategori sinetron lepas adalah Anak-anak Surga : Biarkan Aku Memilih (Lativi), dan Kisah Sedih Gadis Badut (RCTI ). Red

www.kpi.go.id

18 Maret 2008

Kasus Kepemilikan Televisi Diragukan Beres

TEMPO Interaktif, 19/3/2008

Jakarta: Pengamat media Veven S.P Wardhana pesimistis masalah kepemilikan pada industri penyiaran bakal tuntas, meski parlemen membentuk panitia kerja untuk menyelesaikan masalah ini.

Menurut dia, masalah ini sudah terlalu lama dibiarkan oleh pemerintah dalam bentuk toleransi pelanggaran ketentuan. "Akibatnya, sudah terlalu kompleks untuk diselesaikan," kata Veven kepada Tempo kemarin di Jakarta.

Ia menjelaskan, masalah kepemilikan pada industri pertelevisian bukan masalah baru. Permasalahan serupa dulu muncul pada industri radio yang juga tak jelas penyelesaiannya. Padahal, kepemilikan jamak dan pengalihan kepemilikan frekuensi pada industri penyiaran secara tegas dilarang Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002. "Mungkin sengaja membiarkan masalah ini terus terjadi." Veven bahkan menduga terjadi 'main mata' regulator dengan industri.

Komisi Informasi Dewan Perwakilan Rakyat Senin lalu memutuskan membentuk panitia kerja untuk meneliti dugaan pemusatan kepemilikan dan kepemilikan silang di lembaga penyiaran swasta. Termasuk jual-beli frekuensi. Keputusan ini tertuang dalam simpulan rapat Komisi Informasi dengan Menteri Komunikasi dan Informatika.

Dalam rapat kerja itu, sejumlah anggota Komisi menyoroti kepemilikan PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNC) atas PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), PT Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), dan PT Global Bermutu (Global TV). Juga kepemilikan Trans Corporation (Para Grup) atas Trans TV dan Trans 7. Praktek ini dinilai melanggar aturan tentang kepemilikan lembaga penyiaran Pasal 18 ayat 1 dan Pasal 20 Undang-Undang Penyiaran.

Menteri Komunikasi dan informatika Mohammad Nuh tak mempersoalkan pembentukan panitia kerja. Ia mengakui departemennya kesulitan menafsirkan perundangan. "Terdapat 14 perundangan yang terkait dengan Undang-Undang Penyiaran, " ujarnya seusai rapat. Nuh menuturkan, undang-undang belum mengatur kepemilikan oleh holding company. Di sisi lain, perizinan diterbitkan untuk media, bukan untuk holding company.

Veven mengakui ada persoalan perundangan. Tapi bukan berarti pemerintah boleh tinggal diam. "Dibuat aturannya, dong."

Koordinator Masyarakat Pers dan Penyiaran Indonesia (MPPI) Kukuh Sanyoto mempertanyakan kabar pengusutan kepemilikan silang oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Beberapa bulan lalu, MPPI mengadukan soal carut-marut kepemilikan stasiun televisi itu kepada pemerintah dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang ditembuskan kepada KPPU.

"Sampai sekarang belum ada jawaban somasi dari mereka," ucapnya kemarin. Hanya KPPU yang menindaklanjuti. Tapi hingga kini tak jelas sampai di mana kemajuan pengusutan di KPPU. Ia khawatir, masalah ini sengaja didiamkan.

MPPI, Kukuh melanjutkan, sedang menyusun rencana untuk mempertanyakan masalah ini. Tapi, ia merahasiakan rencana yang dimaksud. Dian Yuliastuti | Agoeng Wijaya

18 Februari 2008

Direktur Berita TVOne: 'Kalau Dulu Copet, Sekarang Saya Ini Rampok'

Berawal dari seorang jurnalis tangguh, kini Sukarni Ilyas--lebih ngetop dengan sebutan Karni Ilyas--dikenal sebagai pengelola media bertangan dingin. Kemana pun Karni hinggap dan mengelola sebuah media, hampir bisa dipastikan media itu tumbuh, maju dan berkembang.

Lebih jauh, Karni kemudian dikenal sebagai jaminan ekslusivitas berita. Masih ingat peristiwa penggerebekan rumah yang menjadi markas kelompok teroris Dr Azhari di Malang dan Wonosobo, Jawa Timur beberapa tahun lalu? Saat itu, hanya satu stasiun televisi swasta yang menyiarkannya untuk pemirsa. Stasiun tv yang --saat itu, belum lagi dua bulan Karni bergabung di dalamnya.

Itu hanya contoh kecil dari sederet berita ekslusif yang sempat dilaporkan pria kelahiran Bukit Tinggi, Sumatra Barat, yang sempat bergabung bersama Suara Karya, Majalah Tempo dan Forum Keadilan, itu sebelum merambah dunia televisi. Saat di Tempo, Karni jualah satu-satunya wartawan yang berhasil menguak kasus korupsi di Pertamina, yang melibatkan tokoh Pertamina saat itu, Ibnu Sutowo.

Dengan rekam jejak yang nyaris paripurna--koran, majalah, hingga televisi, wajar jika Karni menjadi incaran banyak stasiun tv. Kepada Rahmad Budi Harto dan pewarta foto Amin Madani dari Republika, direktur pemberitaan TVOne, televisi baru pengganti Lativi yang menjadikan berita sebagai menu utama, itu membuka banyak sisi dirinya.

Bisa menceritakan pengalaman Anda di dunia pers?
Panjang sekali. Sejak duduk di bangku SMA saya sudah jadi wartawan. Bayangkan, dari tahun 1972 tuh. Pertama saya berkiprah di Harian Suara Karya, koran Partai Golkar yang paling berpengaruh waktu itu. Enam tahun saya di Suara Karya, lalu pindah ke Majalah Tempo di tahun 1978. Terus... sampai Tempo dibredel pada 1994. Saya di sana meniti mulai dari reporter, redaktur senior, sampai redaktur pelaksana.

Tahun 1992, saya sudah ditugaskan Tempo memimpin Majalah Forum. Majalah Tempo saya pimpin sejak 1992 sampai Tempo mati, 1994. Jabatan saya dua waktu itu, redaktur pelaksana Tempo dan pemimpin redaksi Forum. Tempo mati, Forum jalan sendiri. Oplah Forum tertinggi di Indonesia waktu itu, 140 ribu eksemplar.

Pada 1999 saya keluar dari Forum dan pindah ke SCTV, langsung menjadi pemimpin redaksi. Forum sendiri sudah dijual Tempo ke orang lain. Saya di SCTV sampai 2005.

Dari pengalaman Anda, apa perbedaan antara jurnalisme di media cetak dengan jurnalisme televisi?
Dari sisi cara menyampaikan pikiran, aspirasi yang hendak kita sampaikan dan membentuk opini, media cetak itu lebih dalam. Kita bikin laporan utama berpuluh-puluh halaman. Puasnya itu, wah, batin kita bisa puas sekali. Saya bisa bekerja dari pagi sampai pagi lagi.

Cuma, media cetak itu kan lebih lambat. Kejadian hari ini baru bisa kita laporkan besok. Majalah bahkan lebih parah lagi, baru pekan berikutnya. Jadi kita perlu pendalaman. Sementara televisi itu lebih cepat, eye catching. Kepuasan dari orang yang menerima pesan itu jauh lebih massal. Itu kepuasannya.

Saat Anda pimpin, SCTV sempat menjadi salah satu televisi dengan siaran berita terbaik. Apakah resep dari media cetak yang Anda bawa ke TV?
Benar. Itu bahkan dapat kita pertahankan selama enam tahun. Resep dari media cetak ikut masuk, tetapi media visualnya kan juga harus dikuatkan. Media visual itu yang dilihat, yang menarik orang itu kan gambarnya. Jadi intinya bagaimana kita bisa mendapatkan gambar yang lebih bagus daripada stasiun televisi lain.

Televisi atau media elektronik lain itu keunggulannya kecepatan. Bagaimana kita bisa lebih cepat daripada orang lain. Moto SCTV saat itu, aktual, tajam, terpercaya. Jadi dalam soal aktualitas itu, kita tidak boleh sama sekali kalah, bahkan satu detik pun.

Tahun 2005 Anda pindah ke ANTV. Bagaimana Anda bisa memutuskan pindah, padahal di SCTV sendiri sudah mapan?
Waktu itu kan ada kabar bahwa ANTV akan bekerja sama dengan asing. Saya ingin tahu bagaimana sih cara asing mengelola televisi? Di SCTV sendiri, waktu itu saya sudah merasa akan lebih nyaman kalau pindah ke ANTV. Persoalannya, di SCTV yang awalnya punya teman saya, dia jual. Persis seperti saat Tempo menjual Forum.

Benar, pemilik baru juga menginginkan saya tetap di SCTV. Tapi saya tak begitu kenal. Sementara di ANTV, saya cukup mengenal dekat keluarga Bakrie. Maka itulah saya pindah ke ANTV, dengan harapan bisa membangun ANTV menjadi lebih baik.

Sebagian, dalam hal news, minimal orang sudah melihat News AN. Dulu orang tidak pernah mau menonton berita AN, tetapi setelah kita bangun dalam dua tahun, sistemnya kita perbaiki, orang kita tambah, kemudian awareness publik pun kita tingkatkan. Banyak berita ekslusif kita tayangkan. Orang kemudian mulai memonitor berita AN yang sebelumnya tidak mereka lirik.

Di ANTV Anda bekerja sama dengan investor asing. Apa bedanya cara asing dengan orang dalam negeri dalam mengelola televisi?
Kebetulan saya itu Divisi News. Jadi lebih independen dari manajemen perusahaan. Mereka itu lebih memperhatikan entertainment. Juga dia nggak ngerti berita kita, karena kan pakai Bahasa Indonesia. Mereka yang masuk ke Indonesia itu juga tidak berpengalaman dalam news. Star TV Hong Kong lebih ke entertainment. Ternyata saya tidak mendapatkan apa-apa. Tidak ada yang baru.

Lalu Anda merasa di TVONe ini mendapatkan sesuatu, atau tantangan baru?
Jelas. Ini tantangan baru. Televisi yang sajian utamanya adalah news. Porsi berita di TVOne itu 60-70 persen. Jadi porsi newsnya bisa 3-4 kali dibanding kalau saya berkiprah di televisi entertain atau family tv seperti SCTV. Saya ditantang untuk membikin yang lebih besar lagi. Jadi, kalau dulu saya hanya tukang copet sekarang saya jadi rampoknya.

Kalau Anda lihat televisi saat ini, berita bukan menjadi porsi utama. Apakah nanti TVOne masih bisa konsisten menjadi televisi berita, sementara televisi lain meraih keuntungan dengan format hiburan?
TVone akan menyasar pemirsa kelas A dan B, bukan D dan E seperti yang selama ini disasar Lativi. Memang kelas A,B, dan C itu populasinya lebih sedikit, sehingga rating akan turun. Tetapi ingat, jualan utama TVOne memang bukan rating, tapi image, citra.

Image bisa dijual tidak? Saya sudah membuktikan ketika di SCTV. Dalam enam tahun, tahun pertama Divisi News masih rugi. Tahun kedua mencapai BEP. Tahun ketiga sampai keenam kita untung tidak tanggung-tanggung, Rp 120 miliar per tahun. Itu net profit, sudah dikurangi gaji karyawan dan lain-lain.

Saya melihat, ternyata berita itu kalau ditekuni bukan sesuatu yang kalah dari entertain atau sinetron. Divisi lain seperti entertainment tak bisa sebesar itu. Walau dari rating memang news tidak akan menang, kita tidak mencari rating. Yang kita cari itu image. Rating Liputan 6 SCTV paling 2-3, dibanding rating Inul yang bisa sampai 16. Sinetron bisa ratingnya 20. News kecil sekali, tetapi nyatanya, uang yang dihasilkan oleh Divisi News SCTV itu luar biasa. Jadi salah kalau kita pandang hanya rating yang bisa dijual. Image justru lebih mahal.

Artinya, Anda melihat pemasang iklan tidak selalu melihat rating?
Ya. kalau saya mau mengiklankan Nokia, saya tidak mungkin beriklan di tayangan dangdut. Saya akan tayangkan di program berita. Kalau saya mau mengiklankan Kijang Innova, apalagi Mercy atau BMW, jelas tak mungkin saya tayangkan di televisi sinetron. Tv berita tempatnya. Bahkan shampo-shampo berkelas yang cukup mahal, tempatnya di program berita.

Ketika Anda di SCTV, Anda diberi tambahan porsi waktu untuk berita?
Ya, tambah-tambah sedikit. Jadi sekitar 20-25 persen. Tetapi memag tak bisa menambah lebih banyak lagi karena memang patokan dari awal, SCTV itu lebih kepada hiburan.

Ok, masyarakat banyak mengeluhkan tayangan televisi yang umumnya tidak bermutu....
Saya berharap TVOne merupakan jawaban dari keluhan-keluhan itu. Apa yang diinginkan publik, kita coba tampilkan. Kita berharap publik betul-betul menonton sesuai aspirasinya selama ini. Mereka mengeluh soal sinetron yang murahan, tayangan tuyul.

Publik juga sudah muak dengan tayangan yang hanya jual paha, takhayul yang bertentangan dengan agama. TVOne mencoba menjawab aspirasi itu. Keinginan publik Indonesia itu kami serap dari berbagai media cetak, seminar, dan debat.

Kami kini ingin melihat, apakah benar masyarakat ingin melihat tayangan yang berbeda? Tayangan informasi yang berguna sebagai tuntunan? Porsi olah raga juga lebih banyak daripada stasiun televisi yang lain. Kami ingin menampilkan bagaimana seorang atlet bisa berprestasi, dari bawah, sehingga bisa menjadi inspirasi.

Kalau berita menjadi jawaban, bukankah masyarakat juga resah dengan berita yang menghadirkan kekerasan?
Ketika berita-berita kriminal kita jadikan satu paket berita, itulah kekerasan. Tapi ketika masuk jadi berita biasa, itu jadi netral. IPDN berita kekerasan atau tidak? Menurut Anda layak diberitakan tidak? Itu kekerasan. Orang ditendang-tendang seperti itu Terus polisi menendangi mahasiswa di UMI Makassar. Itu kekerasan atau bukan?

Jadi tidak semua berita (tentang) kekerasan harus dimusuhi. Justru itu, sosial kontrol kita ada di situ. Kalau tidak begitu, dalam kasus IPDN, misalnya, tidak akan ada perhatian ke situ. Kita siarkan bagaimana seorang senior memukuli yuniornya. Tapi kalau satu jam tayangan isinya hanya kekerasan demi kekerasan, ya tentu saja publik juga muak. Jadi, saya berharap TVOne bisa menjadi monumen media Republik ini sampai kapan pun.

Ada contoh konsep seperti ini di luar negeri?
Ada Foxnews di Amerika Serikat, milik Rupert Murdoch. Newsnya ada, hiburannya juga ada.

Fox kan saingan langsung CNN...
Ya, kami ingin menuju seperti Fox. Formulanya Fox.

Ada yang menganggap kedekatan Anda dengan para petinggi Polri yang memungkinkan didapatnya berbagai berita eksklusif. (ANTV beberapa kali mendapatkan tayangan eksklusif penangkapan kelompok teroris Dr Azhari, bahkan Karni Ilyas sendiri terjun langsung sebagai reporter). Bagaimana menurut Anda?

Wartawan itu harus dekat dengan siapa saja. Dengan Kejaksaan, Kepolisian, saya dekat. Dengan politisi juga saya dekat. Kewajiban wartawan itu, menurut saya, bekerja di mana pun harus menciptakan berita-berita eksklusif. Ketika di Majalah Tempo, berita saya eksklusif-eksklusif. Yang bertemu Kartika Thahir di Swiss, ya saya. Benny Moerdani pun mencoba mengejar-ngerjar dia, nggak dapat. Itu tak ada hubungan dengan (kedekatan dengan) polisi. Minimal saya harus berusaha eksklusif.

Karni kemudian bercerita tentang Kartika Thahir, istri seorang pejabat Pertamina yang menjadi tangan kanan Ibnu Sutowo, HA Thahir, di era 1980-an. Ibnu Sutowo sendiri merupakan direktur utama Pertamina yang ditengarai terlibat dalam megakorupsi di perusahaan minyak itu.

Kartika kemudian bersembunyi di luar negeri, dan berperang melawan Pertamina di pengadilan negeri Singapura selama 15 tahun (11 Maret 1980 s.d 3 Desember 1992. Kartika berkeras mempertahankan uang sogokan dari dua maskapai Jerman -- Siemens dan Klockner -- kepada almarhum suaminya. Dana itulah yang dituntut kembali Pertamina. Uang suap senilai 15 juta DM dari Siemens dan 35 juta DM dari Klockner itu dianggap Kartika sebagai 'jasa' HA Thahir atas pembelian mesin-mesin Jerman untuk pembangunan pabrik baja Krakatau Steel.

Karni juga bercerita tentang pengalamannya menyusup ke sebuah lapangan tembak tempat seorang terpidana hukuman mati dieksekusi. Ia bahkan sempat berteriak,"Dor!" dan melukiskan mimik wajah sang terpidana saat peluru mengantarkannya menuju elmaut.

TVOne akan membuka biro luar negeri, terutama regional?
Itu memang ambisi kita. Tak hanya soal jangkauan. Membuat jangkauan luas itu gampang. Semua orang yang mengirim berita kita anggap saja kontributor. Tapi kita serius ingin membuka biro-biro di berbagai daerah. Rencana kita ada biro di Malaysia, Hong Kong, mungkin juga di Shanghai, Cina.

Ada yang menganggap media nasional terlalu Jakarta-centris...
News tak pernah Jakarta-centris. Berita itu setiap hari datang dari berbagai daerah. Berarti tsunami, yang kita tayangkan berhari-hari itu kan berita Aceh. Tak benar itu pendapat soal Jakarta-centris.

Tapi soal angle, yang menentukan kan Jakarta...
Angle memang ditentukan Jakarta. Tapi kalau ada kejadian, angle apa pun, ya angle apa yang terjadi di daerah. dsy



http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=323925&kat_id=449