30 Agustus 2008

Obral Komedi di Bulan Ramadhan

DOK INDOSIAR / Kompas Images
Selain tayangan komedi, Ramadhan juga bertaburan sinetron, salah satunya Tasbih Cinta di Indosiar, dengan bintang Laudya Chintya Bella.
Minggu, 31 Agustus 2008 | 03:00 WIB

Budi Suwarna

Seperti Ramadhan sebelumnya, sejumlah stasiun televisi tahun ini masih mengobral tontonan berbau komedi sejak dini hari (sahur) hingga malam hari. Apakah orang yang berpuasa memang butuh tertawa sepanjang hari?

Layaknya sebuah tradisi, stasiun televisi di Indonesia berlomba-lomba menawarkan berbagai acara spesial sepanjang bulan Ramadhan hingga Lebaran nanti. Jumlah acara yang ditawarkan kepada pemirsa sangat banyak. Sayangnya, acara-acara yang dibuat umumnya seragam.

Di waktu sahur, misalnya, hampir semua televisi menayangkan lawak yang cenderung slapstick atau konyol. Lawakan semacam itu biasanya diikuti kuis interaktif dengan pemirsa dan diselipi ceramah agama selama dua atau tiga menit sekadar menegaskan bahwa program itu acara Ramadhan.

Di siang dan malam hari, televisi dipenuhi tayangan sinetron religi yang ceritanya sama dangkalnya dengan sinetron di bulan lain. Adegan yang muncul pun sama naifnya dengan sinetron biasa, yakni selalu ada tokoh yang jahatnya minta ampun dan tokoh yang sabarnya minta ampun.

Mungkin hanya sinetron Para Pencari Tuhan yang cerita dan pengadegannya logis dan wajar sepanjang Ramadhan tahun lalu. Sinetron itu dibintangi grup lawak Bajaj, Deddy Mizwar, Zaskia Mecca, dan Agus Kuncoro.

Bagaimana acara Ramadhan tahun ini di televisi? Mari kita tengok. ANTV tahun ini benar- benar ingin mengajak pemirsa tertawa terus selama lima jam tanpa henti, dari pukul 17.00 hingga 22.00. Stasiun tersebut antara lain menawarkan program komedi Sambil Buka Yuk, Pas Ramadhan Dapat Berkah (Pasrah), Bajaj Bajuri, Cagur Naik Bajaj, dan Tawa Sutra XL.

"Dengan komedi kami ingin menghadirkan keceriaan selama Ramadhan," ujar Publicity Manager ANTV Mila Lubis.

Trans7 menyodorkan Empat Mata Sahur Seru yang merupakan kemasan lain dari Empat Mata. Acara yang akan ditayangkan dari Senin hingga Minggu sejak 1 September ini diasuh Tukul Arwana, Ruben Onsu, Irfan Hakim, dan Deswita Maharani. TV ini juga menyodorkan Komedi Lawak dan Musik Spesial Ramadhan.

Trans TV antara lain menjual Saatnya Kita Sahur yang dbintangi pelawak Komeng, Adul, Tessy, Kiwil, dan sejumlah artis, seperi Desy Ratnasari dan Olga Syahputra.

SCTV cenderung menjual sinetron sejak sahur hingga menjelang dini hari. Tahun ini, SCTV masih mengandalkan sinetron Para Pencari Tuhan. Tahun ini sinetron itu dibuatkan sekuelnya dengan judul Para Pencari Tuhan 2.

"Tahun lalu, sinetron garapan Deddy Mizwar ini sukses luar biasa. Harapan kami, sekuel kedua akan lebih digemari," ujar Budi Darmawan, Senior Manager Public Relations SCTV, pekan lalu.

Di luar itu, SCTV menjual empat sinetron lainnya, yakni Zahra, Annisa, Rinduku CintaMu, dan Kumpulan Cerita Ramadhan.

Indosiar juga menjual sederet sinetron seperti Tasbih Cinta, Jihan, Syarifah, dan Muslimah. Ada yang ditayangkan pada jam sahur dan malam hari. Selain itu, Indosiar menjual acara variety show dan kuis.

Tentu saja, stasiun-stasiun televisi di atas juga menayangkan acara-acara berbau rohani, mulai ceramah agama hingga tablig akbar. Namun, porsinya lebih sedikit dibanding sinetron, komedi, kuis, dan variety show.

Dari sekian televisi, tampaknya MetroTV yang memilih menyajikan acara Ramadhan dengan kemasan "lebih serius", seperti talk show Hikmah Ramadhan, Tafsir Al Misbah, Ensiklopedi Islam, Sukses Syariah, dan lain-lain.

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, bisa dikatakan hampir tidak ada program Ramadhan tahun ini di televisi yang pendekatannya baru. Pelawak-pelawak yang tampil di acara sahur, misalnya, masih memancing tawa dengan membodoh-bodohkan dirinya atau orang lain. Tampaknya, kreativitas pembuat acara Ramadhan memang mandek di situ.

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/31/01551530/obral.komedi.di.bulan.ramadhan

3 komentar:

Forlan mengatakan...

tentu khawatir dengan situasi seperti ini. Tayangan seperti ini akan mengidentikkan ramadhan di Indonesia dengan lawakan. PAdahal bulan puasa adalah bulan perjuangan.

Roxx mengatakan...

BeNul bgt tu BozZz!! ide kreatifnya cuma mentok di Bodoran. ada yang pake visualisasi yang Oke bngt, tapi tetep aza pemeran bodorannya ga bisa membangkitkan suasana bodoran yang asik (buat saya!!). So...mungkin yang mo ditampilin di situ adalah "Ni...gw punya teknologi visual oke!!"
Buat saya secara pribadi, saya lebih suka nonton PPTjilid 2, sangat alami banget, ceplas ceplosnya ngena banget. Meskipun banyak iklannya, saya lebih memilih stay tuned drpd pindah2 channel!!! Temanya hampir bisa dipastika sama semua= ngejek orang, nendang2, pukul2an dll (mungkin tujuannya bodor kali ya..!!) tapi tetap saja ga mutu. ga cocok banget buat suasana Ramadhan yang penuh berkah & kedamaian (bukan kegaduhan dengan mentertawakan orang yang dicela)
Maaf2 aje niy ya...!!! Kita bebas bicara kan!!! Maju terus pertelevisian Indonesia. Berikan tontonan yang pas, berkualitas, dan bercermin pada realita sosial yang ada. HIDUP INDONESIA!!!!!

Anonim mengatakan...

yoi.setuju banget.komedi di bulan ramadhan kok banyak yang gak mendidik ya.saking jengkelnya saya bikin review tentang acara-acara sahur di TV kita.