Kompas, Jumat, 9 Mei 2008 :: Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono (61) mau menonton sinetron asalkan ceritanya membumi, tak mengada-ada. Ia mencontohkan satu adegan sinetron, yakni orang yang dihukum akibat perbuatan jahat. Dari wajahnya lantas keluar banyak cacing.
"Itu, kan, tidak masuk akal. Saya setuju kalau perbuatan orang jahat atau baik itu ada balasannya. Tapi sebaiknya penggambarannya membumi," tuturnya saat peluncuran sinetron miniseri Kisah Sebening Kasih oleh stasiun televisi DAAI di Blitz Megaplex Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (8/5).
Ia mengakui jarang bisa menonton televisi karena sibuk bekerja. "Pas bisa nonton, keluarnya (acara yang ditayangkan) yang jelek-jelek. Jadi, ya, saya matikan lagi (televisinya)," ujarnya.
Kisah Sebening Kasih diproduksi Garin Nugroho, Tupperware, dan Sinar Mas Agribusiness and Food. Sinetron ini dibuat berdasarkan kisah nyata Evi Hermawati, korban penggusuran bantaran Kali Angke.
Meutia berharap sinetron yang membumi seperti ini bisa menggantikan kisah-kisah yang tak masuk akal.
Selain itu, tambahnya, film sebaiknya tak hanya memaparkan sumber persoalan. "Solusi dari persoalan itu juga difilmkan. Bukan zamannya lagi menemukan sumber persoalan, tapi temukan solusinya." (IVV)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar