09 Januari 2009

Termehek-mehek, Banjir Penonton dan Klien

Ending acara ini tidak pernah bisa ditebak, apakah akan happy atau tidak.


Kamis, 08 Januari 2009 pukul 13:29:00 :: Seorang istri mencurigai suaminya selingkuh. Sang istri ingin sekali membuktikannya. Ia pun mencari tahu dengan mendatangi rumah orang-orang yang dicurigainya punya hubungan dengan perselingkuhan sang suami.

Hasil akhir investigasi, sang istri memergoki suaminya  sedang berduaan dengan perempuan lain. Amarah sang istri meledak dan langsung melabrak perempuan yang bersama suaminya itu. Adegan dramatis dengan illustrasi musik dari lagu Cinta Harus Dimegerti mengakhiri kisah yang ditayangkan dalam program acara reality show bertajuk Termehek-mehek. Acara ini ditayangkan Trans TV setiap Sabtu dan Ahad pukul 18.15 WIB. Dan sesuai judulnya, adegan pun diakhiri dengan tangis tersedu-sedu.

Program acara berdurasi 45 menit ini, kini menjadi salah satu tayangan terfavorit di Trans TV. ''Ini merupakan program acara reality show investigasi untuk membantu seseorang yang memiliki masalah pribadi atau keluarga,'' ujar A Hadiansyah Lubis,head of marketing public relations Trans TV.

Menurutnya, acara yang dipandu oleh Panda dan Mandala yang berperan bak detektif sewaan ini  menjadi satu acara yang sedang naik daun. Program yang dimulai awal Mei 2008 ini, ratingnya terus meroket dan kini menempati posisi top rating.

Berdasarkan data AC Nielsen di akhir tahun 2008, Termehek-mehek merupakan program acara paling populer dengan raihan rating 7,2 poin dan share 27,3 persen. Ini adalah yang tertinggi dari semua acara reality show yang ada di stasiun televisi lainnya.

Selain diminati penonton, Termehek-mehek pun dibanjiri keinginan masyarakat untuk menjadi klien. Ini terbukti dengan banyaknya surat yang masuk ke meja tim produksi Termehek-Mehek yang dalam seminggu mencapai 25 surat.

Produser program Termehek-mehek, Lina Chandra mengatakan, dalam acara ini, Panda dan Mandala membantu seorang klien yang meminta tolong untuk melakukan investigasi terhadap seseorang (target). Tim berusaha mencari informasi dari mana saja, lalu melacak keberadaan sang target.

Lina menuturkan, pencarian berawal dari laporan klien yang datang ke Trans TV atau mengirim email. ''Tidak semua kasus bisa kita angkat. Kita lihat dari keunikannya, menarik atau tidak, sampai tingkat urgencynya,'' ujar Lina.

Menurutnya, program ini mencapai klimaks saat klien dan si target bertemu. Disitulah emosi penonton terpancing. Namun ending acara ini tidak pernah bisa ditebak, apakah akan happy ending atau tidak.

Setelah syuting dilaksanakan, klien harus siap menanggung segala resikonya. Mereka harus siap mental menerima kenyataan. ''Ini masalah pribadi klien, jadi kalau aib mereka ketahuan itu resiko mereka. Jadi mereka harus bisa hadapi kenyataan, '' jelas Lina.

Lina juga mengungkapkan, tak jarang pencarian target yang dilakukan gagal. Untuk itu, pihak Trans TV tidak akan menayangkan episode gagal tersebut. Selain itu, tak jarang juga ada ending episode yang tidak baik bagi si klien. Mereka bisa saja membatalkan atau minta tidak ditayangkan.
 
Namun, banyak yang mempertanyakan apakah tayangan itu benar-benar realita atau sekadar rekayasa belaka yang didasarkan pada skenario. ''Program acara Termehek-mehek ini murni kejadian nyata dan tidak direkayasa. Kami tidak mendramatisir program ini,'' tegas Lina.  ruz


2 komentar:

denny mengatakan...

reality show diindonesia yg ada skenarionya.....ada teman yang pernah ditawarin shoting dgn bayaran 500rb, sebagian besar pemain reality show satu dgn yg lain hampir pernah memakai pemain yg sama, sekali lg teman saya pernah syuting mata2, termehek2,uang kaget......believe or not?

asli mengatakan...

ini skenarionya gan...
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2297894