Kamis, 8 Mei 2008, Jakarta, Kompas - Menurut Asosiasi Penyiaran Kabel dan Satelit Asia (The Cable and Satellite Broadcasting Association of Asia/CASBAA), dengan hanya 2 persen dari sekitar 40 juta televisi, penetrasi pasar televisi berlangganan Indonesia masih termasuk rendah dibandingkan dengan pasar Asia lainnya. Artinya, peluang pasarnya di Indonesia masih besar.
"Penetrasi TV Parabola 9 persen, penetrasi Pay TV masih sangat kecil, hanya 0,6 persen untuk authorized Pay TV dan 1,2 persen untuk cable/satellite TV. Ini berarti prospek pengembangan Pay TV di Indonesia pada masa depan sangat bagus," kata Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat Sasa Djuarsa Sendjaja saat peluncuran laporan CASBAA "Indonesia in View" edisi Mei 2008 di Jakarta, Rabu (7/5).
Menurut CASBAA, meskipun penetrasi pasar TV berlangganan masih rendah, pertumbuhan TV berlangganan di Indonesia telah melaju pesat dalam 12 bulan terakhir, dengan jumlah pelanggan sah (individu, rumah tinggal, dan SMATV/multi-dwelling housing units) berlipat dua menjadi 785.000 dalam kuarter pertama 2008.
Ini merupakan suatu lingkungan kompetitif baru di mana beberapa operator menawarkan berbagai diferensiasi premium content (acara utama), sedangkan lainnya memiliki saluran aman baru dan meluncurkan program tambahan dalam bahasa lokal, seperti saluran Muslim atau saluran musik. Peluncuran layanan prabayar berbiaya rendah juga mendorong perkembangan TV berlangganan di Indonesia.
Sasa Djuarsa menyatakan, kini di Indonesia telah beroperasi 13 stasiun TV lokal dan 19 TV berlangganan—13 TV berlangganan melalui satelit dan 6 TV berlangganan melalui kabel.
Dengan demikian, di samping TVRI yang kini menyandang status lembaga penyiaran publik, Indonesia memiliki puluhan TV swasta nasional dan lokal. Hingga akhir Januari 2008 telah masuk 268 pemohon untuk izin penyelenggaraan penyiaran.
"Apabila semua permohonan itu disetujui, jumlah lembaga penyiaran TV di Indonesia pada pertengahan tahun 2008 ini akan menjadi 325 stasiun. Jumlah ini terdiri atas 20 TV publik, 239 TV swasta, 47 TV berlangganan, dan 18 TV komunitas," kata Sasa.
Mengenai pentingnya acara lokal, Editor in Chief Astro Awani PT Direct Vision Riza Primadi mengatakan, program Astro Ceria yang diproduksi sendiri ternyata dapat diterima. "Astro Ceria dapat berkompetisi dengan Walt Disney," kata Riza.
Namun, tantangan terbesar untuk membuat acara lokal adalah rumah produksi harus menghasilkan karya-karya yang berkualitas dan berstandar tinggi karena pesaingnya tak hanya kanal lokal (local channel), tetapi juga kanal internasional. (LOK)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar