Lembaga survei LSI yang selama ini dikenal sebagai lembaga riset yang andil dalam membangun citra positif dan tebar pesona Susilo Bambang Yudhoyono dan penguasa, memang telah menjadi arena "bisnis" politik akademik. LSI bukan lembaga riset yang berpihak kepada basis riset yang mendukung kanalisasi aspirasi rakyat. Bahkan LSI tidak ubahnya seperti Lembaga "broker' Riset yang dibayar untuk mendukung kepentingan calon penguasa. Setali tiga uang dengan LSI, acara "Save Our Nation" yang diasuh adik jubir kepresidenan, Rizal Mallarangeng di sebuah TV swasta, juga merupakan arena politik pembangun citra kekuasaan. "Save Our Nation" lebih identik dengan "Save Our Regime" karena menjadi ajang sosialisasi program partai penguasa dan para elite penguasa. Tidak pernah "Save Our Nation" mengambil tema masyarakat miskin dan perjuangan keadilan, ekonomi kerakyatan dan neoliberalisme. Mungkin "Save Our Nation" lebih pantas diganti ikonnya menjadi "Save Our Political Interest" sebuah tontonan yang tidak bermutu, karena hanya mengasah libido intelektual para politisi-cendekiawan borjuis liberal yang tidak pernah membela kepentingan objektif rakyat.
Zaenal Muttaqien
Desa Medini RT 06/RW 02 Undaan, Kudus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar