08 Mei 2008

KDI 5 Optimalkan Musik Dangdut











Sejumlah kontestan ajang pencarian bakat penyanyi dangdut "Kontes Dangdut TPI" kelima dari berbagai daerah di Indonesia hadir pada jumpa pers di Jakarta, Rabu (7/5). sp/ignatius liliek

[JAKARTA] Melalui Kontes Dangdut TPI ke lima (KDI 5), pihak PT Cipta TPI (TPI) berusaha untuk mengoptimalkan musik dangdut agar tidak dianggap musik pinggiran yang hanya dinikmati oleh rakyat jelata. Berdasarkan usaha itu, musik dangdut menjadi elegan dan berbobot.

"Setiap kontestan harus memaksimalkan kesempatan kali ini untuk menunjukkan penampilan terbaiknya. Untuk itu, mereka perlu mempersiapkan diri sebaik-baiknya," kata Direktur Utama TPI Sang Nyoman Suwisma, pada acara peluncuran KDI 5, Rabu (7/5), di Jakarta.

Selain itu ujarnya, para kontestan tidak boleh berhenti berprestasi jika nanti tersisih dari kontes dangdut itu. Mereka ucapnya, harus tetap mengabdi dan berkarya lewat musik dangdut. Mereka juga harus saling mendukung dan mempererat hubungan pertemanan dengan sesama kontestan. KDI 5 telah memasuki babak final. Sebanyak 28 Kontestan yang terpilih untuk tampil di babak tersebut, merupakan hasil seleksi dari 22 kota di seluruh Nusantara. Mereka berhasil melalui tahapan Gerbang KDI 5 yang diikuti oleh 60 peserta audisi yang berasal dari 26 kota.

Selama karantina, seluruh kontestan itu mendapatkan pelajaran dan pelatihan yang disampaikan melalui sekolah KDI. Ditambah dengan aturan-aturan yang ketat, mereka diberikan latihan olah suara, koreografi, dan pengembangan karakter.

"Materi yang diberikan, seperti pembangunan karakter, latihan vokal dan stage act, pembentukan kepribadian, dan koreografi. Untuk menunjang para kontestan sehingga mampu menampilkan penampilan terbaiknya," kata General Manager Produksi TPI Syahreza Yusuf.

Hal itu untuk menghasilkan penyanyi dangdut yang berkarakter sesuai dengan visi dan misi KDI itu sendiri. Jadi katanya, kontestan pemenang KDI adalah penyanyi yang istimewa, berkarakter kuat, vokal berkualitas, berperilaku sesuai norma dan tidak bermental plagiat. Mereka harus menjunjung tinggi nama KDI, TPI, dan musik dangdut.

Menurutnya, program KDI 5 menjadi yang tersulit bagi pesertanya karena mereka diberikan pekerjaan rumah untuk belajar lagu-lagu baru yang ditampilkan pada saat kontes. Mereka juga harus mempelajari gerakan-gerakan yang sesuai dengan lagu yang akan dibawakan.

Para kontestan menyadari pentingnya penguasaan materi dari sekolah KDI. Jika materi dapat dikuasai, mungkin mereka dapat menyuguhkan penampilan yang baik pula. Penonton akan menghargai setiap kontestan yang berhasil memikat mereka dengan menyumbangkan suaranya lewat pengiriman SMS.

"Meskipun saya dan kontestan lain belum tentu lanjut di KDI, tetapi kita sudah memiliki pondasi kuat sebagai penyanyi berkat latihan-latihan di sekolah KDI.," ujar Nelvi, kontestan dari Bandung. [RRS/N-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/05/08/index.html

Tidak ada komentar: