Dalam tayangan Suami-Suami Takut Istri pukul 18.30 (21/4) di salah satu stasiun televisi swasta, digambarkan seorang istri dengan membawa seorang anak usia empat-lima tahun masuk ke rumah tetangga untuk menjemput suaminya. Dialog istri dengan nada tinggi sambil berkali-kali mencubit pinggang suami, "Pulaaaaang..... Puuuuuulang."
Yang mengejutkan saya adalah dialog selanjutnya ketika anak perempuan berpipi tembem bertanya kepada ibunya, "Boleh ga, aku ikutan nyubit, Papi?" Dijawab oleh ibunya, "Boleh, sayaaaang, kalau perlu yang kenceeng!" Si anak lalu berdiri dan mencubit ayahnya dan sang ayah menjerit-jerit kesakitan.
Kepada para penanggung jawab acara yang meloloskan hiburan dengan dialog/adegan sejenis, pesan moral apa yang mau disampaikan kepada pemirsa?
Kasihan melihat anak balita diberi dialog dan peran serendah itu. Atau memang ini yang ingin disampaikan kepada generasi muda kita? Apakah ini dimaksudkan agar anak berani melakukan kekerasan fisik dan verbal yang dianggap alat komunikasi ampuh pada masa kini?
Lanni Kristanto Bumi Harapan Indah Blok D, Kramat Jati, Jakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar