07 Mei 2008

Penayangan Sinetron 'Sebuah Kejujuran' Tunggu Izin Presiden

Izin diperlukan karena ada adegan SBY pada sebuah upacara.

Rencana penayangan sinetron Sebuah Kejujuran tidak semulus ceritanya. Pihak produser terpaksa menunda tontonan yang mengisahkan dunia kepolisian ini, karena terganjal perizinan dari Presiden.

Semula sinetron yang diproduksi kerja sama Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) dengan Tridaya Mitra Utama Film ini akan ditayangkan pada Senin (5/5) di layar Trans7, namun hal itu terpaksa ditunda karena izin menayangannya belum keluar dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ''Terpaksa tayangannya ditunda sampai Senin (12/5) mendatang, karena harus menunggu izin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,'' ungkap Edhi Niam Wakhidi, produser Tridaya Mitra Utama Film, usai acara syukuran sinetron tersebut di Cisarua, Bogor, akhir pekan lalu.

Kenapa penayangannya harus seizin Presiden? Menurut Edhi, karena pada sinetron semidokumenter ini ada adegan saat Presiden menjadi inspektur dalam satu acara (militer). Sebuah Kejujuran sesungguhnya sudah siap tayang dan hingga pekan lalu telah selesai diproduksi sebanyak 13 episode dari rencana 52 episode. Namun, pihaknya yakin sinetron ini akan tetap menjumpai pemirsa dalam waktu dekat.

Menurut dia ide pembuatan sinetron ini diangkat dari kepedulian terhadap pelaksanaan sistem dan hukum di masyarakat. ''Kita menginginkan hukum dapat menjadi panglima dalam kehidupan di masyarakat,'' katanya. Sebuah Kejujuran, lanjut dia, bukan hanya mengetengahkan kisah manis kinerja Polri atau kehidupan seorang personelnya, tapi banyak juga mengupas dan menyajikan tentang dunia hitam di tubuh instansi penegak hukum ini. ''Di sisi lain pemirsa juga akan melihat bahwa reformasi telah terjadi di tubuh Polri,'' paparnya. Reformasi yang digambarkan dalam sinetron ini kelak akan mengarah pada perbaikan kinerja dan pencitraan Polri secara keseluruhan.

Tontonan alternatif
Pihak Trans7 yakin bahwa sinetron ini bakal tayang dalam waktu dekat. Bahkan, Linda Fitriesti, humas Trans7 memperkirakan Sebuah Kejujuran akan menuai sukses, karena mudah dipahami serta menyentuh fakta kehidupan masyarakat. ''Sinetron ini memberikan sesuatu yang berbeda sebagai tontonan informatif dan edukatif,'' paparnya.

Serial Sebuah Kejujuran dibintangi Adam Alatas, Sarah Astriani, Oyin Aisyah, dan para Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) serta anggota kepolisian. ''Sosok polisi tidak seseram dan seburuk yang saya bayangkan selama ini. Saya senang dapat bermain disinetron ini,'' kata artis Sarah Astriani yang menjadi pemeran utama Sebuah Kejujuran ini.

Penggagas sinetron Sebuah Kejujuran, Irjen Pol H Sisno Adiwinoto, mengatakan tontonan ini dibuat untuk melawan sinetron mainstream yang saat ini sedang melanda pertelevisian Indonesia. ''Sekarang sinetron kita kan begitu-begitu saja. Nah, terkait dengan Hari Kebangkitan Nasional kita menyuguhkan sinetron dengan tema yang berbeda,'' ujar mantan kadiv Humas Mabes Polri yang kini menjabat Kapolda Sulawesi Selatan ini. Sinetron ini tidak hanya mengungkap kerja polisi yang baik-baik saja, tetapi juga yang buruk digambarkan di sini.

Menurut Sisno, masyarakat selama ini hanya melihat banyak kasus hukum, seperti pungli dan suap yang dilakukan atau melibatkan aparat kepolisian. Sayangnya, di kebanyakan film atau sinetron yang diangkat cuma bagian itu saja, tetapi penyelesaiannya tidak ada. ''Nah, di sinetron ini kita memang mengungkap sisi buruk polisi, tetapi juga digambarkan bagaimana penyelesaiannya.''

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=333058&kat_id=383

Tidak ada komentar: