
HOST Super Seleb Show, Ruben Onsu, tidak mau berubah meski ditegur KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). Kini giliran KPI yang bersuara. Lembaga negara independen tersebut menilai dalam membawakan acara, Ruben dan Ivan kerap saling mencaci secara berlebihan. Dalam surat tegurannya pada Super Seleb Show, Star Dut, dan Mama Mia Konser yang tayang di Indosiar, KPI menilai acara tersebut sedikit melenceng dari formatnya. Esensi acara itu sebenarnya adalah ajang pemilihan bakat. Namun dalam pelaksanannya, KPI menganggap di acara tersebut lelucon-lelucon antar-host yang justru ditonjolkan. Lelucon tersebut juga dianggap kasar. Rupanya KPI membuat penilaian itu bukan tanpa dasar. Banyak masukan yang diterima seperti dari Yayasan Pengembangan Media Anak, MUI, dan sejumlah mahasiswa-mahasiwi Universitas Indonesia. Mereka semua orang-orang yang selalu memantau acara-acara televisi. Dari para pemantau itu dan sejumlah masukan lain dari masyarakat, KPI menegur Indosiar. Lantas lelucon seperti apa yang dianggap kasar? Wakil Ketua KPI, Fetty Fajriati Miftach, mencontohkan host dan komentator Super Seleb Show kerap saling mencaci. Cacian itu dianggap wajar jika hanya beberapa kali. "Tapi ini caci makiannya sudah berlebihan, berkali-kali dilakukan. Apa ini mau mengajarkan anak-anak kita untuk kreatif ngatain orang," ujar Fetty. Bukan hanya cacian, perilaku para host dan komentator Super Seleb Show, Ruben, Ivan Gunawan, dan Eko "Patrio" juga dikhawatirkan KPI. Misalnya saat Ruben dan Ivan saling berpelukan atau ketika keduanya berdandan di depan kamera. "MUI sudah menilai Ruben peluk-pelukan dengan Ivan Gunawan maksudnya apa. Berdandan di depan kamera maksudnya apa, harus jelas pesannya. Televisi itu media pandang dan dengar, punya pesan yang dilihat masyarakat kita," urai Fetty. Menurut Fetty, apa yang dikeluhkan KPI dan sejumlah masyarakat itu juga diamini pemerhati anak Kak Seto. Bagi Kak Seto memang seharusnya media televisi memberikan tontonan yang mendidik. n M-2 http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008041905080463 |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar